DPR Minta Transparansi Pengadaan Rudal BrahMos
DPR RI meminta pemerintah menjelaskan rencana pengadaan rudal supersonik BrahMos secara terbuka. Permintaan itu disampaikan menyusul munculnya informasi skema pembayaran bertahap dan kekhawatiran terhadap tekanan fiskal. Anggota Komisi I menegaskan pengadaan alutsista bernilai besar harus mengikuti prinsip transparansi dan akuntabilitas.
DPR: Jelaskan nilai, mekanisme, dan dasar strategis
Anggota Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, mengatakan hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait detail pengadaan sistem rudal BrahMos. Ia menegaskan dewan akan menjalankan fungsi pengawasan dan segera meminta klarifikasi pemerintah.
"Sampai saat ini, DPR belum menerima pemberitahuan dari pemerintah terkait detail pengadaan sistem rudal BrahMos tersebut. Namun, setiap pengadaan pertahanan berskala besar harus mengikuti prinsip transparansi dan akuntabilitas,"
Permintaan DPR mencakup penjelasan nilai kontrak, mekanisme pembayaran, dan dasar strategis pengadaan.
Skema pembayaran dan potensi risiko pengawasan
Informasi yang beredar menyebut pemerintah mempertimbangkan skema pembayaran secara bertahap atau cicilan untuk mengurangi beban anggaran dalam satu tahun fiskal. Skema bertahap dinilai beberapa pihak biasa dipakai pada kontrak pertahanan besar, namun dapat mengurangi intensitas pengawasan jika tidak diatur dengan jelas.
Sejumlah pengamat menekankan bahwa pembayaran bertahap harus tetap dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menghambat akses DPR atau lembaga audit terhadap keseluruhan proyek.
Prioritas anggaran di tengah tekanan fiskal
Anggota Komisi III DPR, I Wayan Sudirta, mempertanyakan prioritas pengadaan rudal bernilai besar sementara ekonomi menghadapi tantangan. Ia meminta pemerintah menjelaskan urgensi pembelian serta dampaknya terhadap kondisi fiskal negara.
Permintaan tersebut menyoroti kebutuhan untuk menyeimbangkan pertahanan dan stabilitas anggaran negara.
Respons publik dan aksi di Monas
Kelompok masyarakat Poros Pemuda Peduli Indonesia menggelar aksi di Monumen Nasional pada 19 Juni 2026 untuk meminta keterbukaan informasi. Mereka menuntut pemerintah memaparkan dasar kebijakan, mekanisme pengadaan, dan penggunaan anggaran terkait rencana pembelian BrahMos.
Spesifikasi BrahMos dan pertimbangan teknis
Rudal BrahMos versi ekspor yang ditawarkan kepada Indonesia memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer sesuai ketentuan Missile Technology Control Regime (MTCR), dengan kecepatan hingga sekitar Mach 2,8. Beberapa pihak menilai kemampuan ini perlu dikaji lebih lanjut dalam konteks kebutuhan pertahanan Indonesia, termasuk wilayah laut dan Zona Ekonomi Eksklusif yang luas.
Langkah selanjutnya
DPR menyatakan akan meminta penjelasan resmi dari pemerintah untuk memastikan proses pengadaan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan nasional. Penjelasan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik dan efektivitas pengawasan anggaran pertahanan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian Ekonomi Kreatif Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Pasar Digital
Kemenparekraf bertemu ION pada 20 Agustus 2026 untuk perluas akses pasar digital, dorong AI, pemasaran digit...
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...