idEA Minta Transparansi Biaya Seller di Marketplace
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA)seller secara terbuka dan terukur. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal idEA, Budi Primawan, dalam wawancara, Sabtu, 9 Mei 2026. Tujuannya menjaga keberlanjutan bisnis platform dan pelaku UMKM digital.
Inti pernyataan idEA
Budi mengatakan platform butuh sumber pemasukan baru karena banyak program promosi sebelumnya ditopang pendanaan perusahaan. Menurutnya, penyesuaian biaya bagian dari upaya membuat model bisnis lebih berkelanjutan.
"Platform membutuhkan pemasukan untuk menjaga bisnis tetap sehat. Selama ini banyak program gratis didukung pendanaan,"
- Budi Primawan, Sekretaris Jenderal idEA
Rincian biaya yang dibebankan
Asosiasi menjelaskan bahwa biaya yang mulai dikenakan kepada seller umumnya berkaitan dengan program promosi. Selain itu, biaya logistik dan peningkatan layanan administrasi digital juga mulai muncul sebagai komponen biaya.
"Kami melihat ada biaya promo dan kerja sama logistik. Ada juga biaya peningkatan administrasi platform,"
- Budi Primawan
Alasan dan dampak perubahan
Perusahaan platform disebut mengurangi ketergantungan pada subsidi promosi, seperti program gratis atau subsidi ongkos kirim. Langkah ini dianggap perlu agar bisnis platform tidak terus bergantung pada pendanaan yang besar.
Namun idEA menekankan bahwa pembebanan biaya harus dilakukan dengan prinsip transparansi dan mempertahankan keseimbangan hubungan antara platform dan seller. Penjelasan rinci soal biaya dianggap penting agar pelaku usaha, khususnya UMKM digital, dapat menyesuaikan strategi bisnisnya.
Harapan ke depan
Industri e-commerce terus berkembang mengikuti perubahan pola konsumsi. idEA berharap model bisnis platform bisa beradaptasi tanpa mengorbankan keberlanjutan pelaku usaha digital.
Dengan transparansi biaya, diharapkan tercipta hubungan yang lebih sehat antar-platform dan penjual. Hal ini menjadi kunci agar ekosistem e-commerce nasional tetap tumbuh seimbang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DFSK E5 Plus Meluncur di GIIAS 2026, Harga Spesial Rp479 Juta
DFSK E5 Plus meluncur di GIIAS 2026 dengan harga promo Rp479 juta OTR Jakarta, fitur premium, dan free maint...
IHSG Ditutup Melemah 0,64% ke 6.091,39, Mayoritas Saham Merah
IHSG ditutup melemah 0,64% ke 6.091,39 pada 29 Juli 2026; mayoritas saham di zona merah dengan volume 39,368...
Diisukan Jadi Gubernur BI, Menkeu Purbaya: "Itu Isu Abadi"
Menkeu Purbaya membantah kabar akan menggantikan Gubernur BI dan menegaskan KSSK sudah mengantisipasi sentim...
IHSG Turun 0,60% ke 6.141,97 pada Akhir Sesi I — 29 Juli 2026
IHSG melemah 0,60% ke 6.141,97 pada akhir sesi I, dipengaruhi sinyal The Fed dan kinerja sektor perbankan ya...
Tata Kelola Danantara Transparan Perkuat Stabilitas Ekonomi
Arief Poyuono minta pengelolaan Danantara transparan dan berbasis kebijakan makro kuat untuk perkuat stabili...
Rupiah Melemah ke Rp18.104, Sentimen Pasar Kian Rawan
Rupiah dibuka melemah 0,12% ke Rp18.104 per USD pada 29 Juli 2026. Tekanan datang dari prospek AS-Iran, penu...