Kesehatan

Kemenkes Perkuat Kebijakan SDM Kesehatan lewat HLMA

Bagikan:
Forum Kemenkes dan WHO membahas Health Labour Market Analysis di Jakarta

Kementerian Kesehatan memperkuat kebijakan sumber daya manusia kesehatan melalui forum Policy Dialogue Health Labour Market Analysis bersama WHO di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. Forum ini memaparkan hasil awal Health Labour Market Analysis (HLMA) sebagai dasar perumusan kebijakan SDM kesehatan dan penyusunan Blueprint SDM Kesehatan 2026–2035.

Hasil HLMA sebagai dasar kebijakan

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Yuli Farianti, menyebut HLMA memetakan dinamika pasar tenaga kesehatan secara menyeluruh. Analisis ini menjadi acuan untuk perencanaan tenaga kesehatan yang lebih tepat sasaran.

"HLMA membantu memastikan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki tenaga kesehatan yang cukup, tetapi juga tenaga kesehatan dengan kompetensi yang tepat, berada di tempat yang tepat, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan. Hasil analisis ini akan menjadi landasan penting bagi penguatan kebijakan SDM kesehatan ke depan,"

Menurut Yuli, pendekatan berbasis pasar kerja ini membantu menyelaraskan jumlah, distribusi, dan kompetensi tenaga kesehatan dengan kebutuhan layanan di berbagai wilayah.

Peran pemangku kepentingan dan kolaborasi

Staf Ahli Menteri Kesehatan, Bonanza Perwira Taihitu, menegaskan penguatan SDM kesehatan bukan tugas satu pihak. Keberhasilan kebijakan bergantung pada keterlibatan berbagai aktor.

"Penguatan SDM kesehatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, organisasi profesi, swasta, dan mitra pembangunan sangat diperlukan,"

Forum menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan sektor swasta untuk menerjemahkan hasil HLMA menjadi program pendidikan dan penempatan tenaga kesehatan.

Dukungan WHO dan konteks global

Perwakilan WHO untuk Indonesia, N. Paranietharan, menyatakan HLMA memperkuat perencanaan tenaga kesehatan berbasis bukti ilmiah. Ia menempatkan upaya Indonesia dalam konteks penyesuaian sistem kesehatan global terhadap perubahan demografis dan teknologi.

"Di seluruh dunia, berbagai negara menyesuaikan sistem kesehatannya untuk merespons perubahan kebutuhan kesehatan, pergeseran demografis, dan teknologi baru. HLMA Indonesia adalah bagian upaya global yang terus berkembang untuk menggunakan bukti dalam perencanaan tenaga kerja kesehatan di masa depan,"

Langkah selanjutnya dan implikasi

Hasil pembahasan HLMA akan menjadi masukan strategis bagi penyusunan Blueprint SDM Kesehatan 2026–2035. Blueprint ini diharapkan menghasilkan kebijakan jangka panjang terkait pendidikan, distribusi, dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.

Implementasi rekomendasi HLMA diperkirakan melibatkan penyesuaian kurikulum pendidikan kesehatan, kebijakan penempatan, serta mekanisme monitoring kebutuhan tenaga kerja. Jika terlaksana, langkah ini berpotensi meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan secara lebih merata.

Dengan demikian, penguatan kebijakan SDM melalui HLMA menjadi pijakan penting bagi upaya transformasi kesehatan nasional dalam dekade mendatang.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait