bank bjb Catat Laba Rp783 Miliar Semester I 2026
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) membukukan laba bersih sebesar Rp783 miliar pada Semester I 2026, tumbuh 58,8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh strategi growth with quality, transformasi digital, dan penguatan efisiensi operasional.
Kinerja keuangan utama
Hingga Juni 2026, bank bjb mencatatkan perbaikan pada sejumlah indikator kunci. Total aset konsolidasi tercatat sebesar Rp228,2 triliun, sedangkan penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp140,4 triliun. Segmen konsumer tetap menjadi kontributor utama kredit.
| Rasio / Pos | Jumlah |
|---|---|
| Total aset (konsolidasi) | Rp228,2 triliun |
| Penyaluran kredit & pembiayaan | Rp140,4 triliun |
| Kontribusi segmen konsumer | Rp74,2 triliun (≈66,8%) |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp160,9 triliun |
Strategi growth with quality dan transformasi digital
Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi, menyatakan strategi growth with quality menjadi faktor utama peningkatan kinerja. Strategi itu dijalankan untuk memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, dan meningkatkan efisiensi.
"Melalui strategi growth with quality, Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi. Serta memperluas sumber pertumbuhan melalui transformasi digital dan pengembangan bisnis berbasis ekosistem pemerintah daerah,"
Bank juga memperkuat dana murah atau CASA lewat kerja sama payroll, peningkatan frekuensi transaksi nasabah, dan optimalisasi layanan digital. Aplikasi DIGI melanjutkan peran pentingnya; pembukaan rekening tabungan digital tercatat sekitar 12.000 rekening baru per bulan.
"Seluruh upaya tersebut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp783 miliar. Atau tumbuh 58,8 persen secara year-on-year,"
Fokus Semester II 2026
Memasuki paruh kedua 2026, bank bjb menetapkan prioritas operasional yang jelas. Rencana utama meliputi:
- Penguatan penghimpunan dana murah melalui perluasan payroll dan layanan digital.
- Optimalisasi kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem.
- Percepatan transformasi digital untuk meningkatkan akses dan efisiensi layanan.
- Pengelolaan risiko yang lebih disiplin untuk menjaga kualitas aset.
Irwan menegaskan komitmen bank terhadap tata kelola dan prinsip kehati-hatian yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan fundamental yang semakin kokoh dan upaya digitalisasi yang terus berjalan, bank bjb menargetkan stabilitas kinerja dan peningkatan profitabilitas pada semester berikutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...