Menpar Apresiasi Astra Lestarikan Budaya Osing di Desa Kemiren
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi komitmen PT Astra International dalam mendampingi Desa Sejahtera Astra Kemiren untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mengembangkan potensi pariwisata berkelanjutan. Apresiasi itu disampaikan pada kunjungan yang dikonfirmasi Rabu, 29 Juli 2026.
Penyerahan bantuan dan dukungan infrastruktur
Pada kunjungan tersebut, Astra menyerahkan bantuan sarana untuk menunjang kegiatan desa wisata. Bantuan meliputi sarana pengelolaan lingkungan dan fasilitas homestay yang bertujuan meningkatkan kapasitas layanan wisatawan.
- 20 unit komposter
- 50 paket perlengkapan homestay
- Pembangunan amfiteater sebagai ruang pertunjukan budaya
Kata pejabat terkait
Menpar Widiyanti menilai kolaborasi ini memperkuat destinasi wisata berbasis budaya yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia memberi apresiasi langsung kepada pihak swasta dan masyarakat desa.
"Terima kasih kepada Astra yang telah mendukung dan membina Desa Sejahtera Astra Kemiren. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengembangan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis budaya,"
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menyatakan kunjungan Menpar menjadi pengakuan terhadap konsistensi masyarakat Kemiren menjaga warisan budaya Osing. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi lokal dapat berjalan bersamaan.
"Kunjungan ini menjadi apresiasi terhadap semangat masyarakat yang terus menjaga budaya Osing sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan desa wisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,"
Fokus program pendampingan
Astra memulai pendampingan Desa Kemiren melalui Program Desa Sejahtera Astra sejak 2024. Program ini terfokus pada empat bidang utama untuk membangun kapasitas dan kesejahteraan warga.
- Kesehatan: penguatan posyandu dan layanan dasar
- Pendidikan: dukungan PAUD dan pelatihan
- Lingkungan: pengelolaan sampah dan biogas
- Kewirausahaan: pemberdayaan UMKM dan Pokdarwis
Hasil dan dampak ekonomi
Hingga kini program menjangkau sekitar 300 warga Desa Kemiren. Desa tersebut memiliki 50 homestay dengan 92 kamar, sekitar 40 pelaku usaha lokal, serta 40 anggota Pokdarwis yang aktif mengelola desa wisata.
Astra mencatat peningkatan pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis sekitar 33 persen, sebagai indikasi manfaat ekonomi dari pengembangan desa wisata berbasis budaya.
Penghargaan dan prospek
Desa Kemiren telah meraih beberapa penghargaan nasional dan regional, yang menegaskan kemajuan pengembangan wisata budaya di desa tersebut:
- Wonderful Indonesia Impact
- Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)
- ASEAN Tourism Award 2025
- The Best Tourism Village Upgrade Program 2025
Dengan dukungan berkelanjutan dari Astra dan penguatan kapasitas lokal, Desa Kemiren diperkirakan dapat memperluas penerimaan wisatawan sambil mempertahankan keaslian budaya Osing. Ke depan, sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas setempat menjadi kunci memperbesar manfaat ekonomi tanpa mengorbankan nilai budaya.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Jakarta Terapkan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh di MRT
Jakarta meluncurkan pembayaran kartu kredit nirsentuh di MRT, memungkinkan penumpang mengetap kartu Visa ata...
Biaya Hidup Ekspatriat di Jakarta: Rincian Bulanan dan Pengeluaran Utama
Jakarta relatif terjangkau bagi ekspatriat dengan perkiraan biaya bulanan $1.000–$1.500; hunian dan sekolah...
Indonesia Tuan Rumah Rangkaian Acara Internasional Agustus
Indonesia menjadi tuan rumah rangkaian acara internasional Agustus untuk memperkuat pariwisata dan reputasi...
Polri Tetapkan 350 Calon Taruna dan Taruni Lolos Akpol 2026
Polri menetapkan 350 calon taruna dan taruni lolos Akpol 2026 setelah sidang kelulusan di Akademi Kepolisian...
Akar Mengkudu Pernah Jadi Pewarna Kain Tradisional
Akar mengkudu pernah digunakan sebagai pewarna kain tradisional di berbagai wilayah Nusantara; kini diteliti...
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia dan Hari Konservasi Alam
28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia dan Hari Konservasi Alam Sedunia untuk meningkatkan kesad...