Olahraga

Pacu Kuda Sumba Siap Tampil di PON XXII 2028

Bagikan:
Arena Pacu Kuda Pada Eweta Waikabubak di Sumba

Pacu Kuda Sumba dipersiapkan untuk tampil pada PON XXII/2028 NTT-NTB setelah Konfederasi Nasional Pordasi melakukan inspeksi venue di Sumba pada Rabu, 29 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan tiga arena pacu memenuhi standar keamanan dan teknis sebelum cabang olahraga itu tampil di pesta olahraga nasional.

Kunjungan Pordasi: tujuan dan agenda

Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi, Triwatty Marciano, memimpin kunjungan untuk menilai kesiapan lokasi pacu kuda. Agenda kunjungan mencakup peninjauan kondisi lintasan, fasilitas pendukung, dan sistem keamanan arena. Langkah ini dianggap penting sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXII/2028.

Tiga venue yang ditinjau

Pordasi meninjau tiga arena pacu yang dipandang potensial untuk pengembangan dan pembinaan. Lokasi yang dikunjungi adalah:

  • Arena Pacu Kuda Pada Eweta di Waikabubak — telah ditetapkan sebagai salah satu venue resmi untuk Pacu Kuda PON XXII/2028.
  • Lapangan Omba Calo di Sumba Barat Daya — diproyeksikan dikembangkan menjadi arena berstandar internasional.
  • Lapangan Pacu Rihi Eti di Prailiu, Sumba Timur — dilihat sebagai pusat pembinaan atlet daerah yang potensial.

Peningkatan standar venue

Triwatty menekankan bahwa peningkatan kualitas venue mencakup perbaikan lintasan, penguatan fasilitas pendukung, dan penerapan sistem keamanan yang profesional. Targetnya agar penyelenggaraan aman bagi atlet, kuda, dan penonton serta memenuhi standar nasional dan internasional.

"Konfederasi Nasional Pordasi berkomitmen meningkatkan kualitas venue Pacuan Kuda di NTT agar memenuhi standar nasional maupun internasional," kata Triwatty Marciano.

Rencana perbaikan juga mencakup pembenahan fasilitas penunjang seperti area perawatan kuda, tribun penonton, dan akses logistik untuk mendukung kelancaran kompetisi.

Pelestarian budaya dan pengembangan atlet

Selain aspek teknis, Pordasi menegaskan transformasi pacu kuda harus tetap mempertahankan nilai budaya lokal Sumba. Tradisi pacu kuda selama ini menjadi identitas Pulau 1000 Kuda dan diwariskan lintas generasi.

Masuknya Pacu Kuda Sumba ke kalender PON membuka peluang promosi budaya dan mendorong pembinaan atlet lokal untuk berkiprah di level nasional. Pordasi berharap peningkatan venue berjalan berkelanjutan sehingga melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan sumber daya, Pacu Kuda Sumba berpotensi tampil kompetitif di PON XXII/2028 sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya berkuda Sumba ke khalayak nasional.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait