Ekonomi

Pernyataan BI Dorong Rupiah Menguat Tipis

Bagikan:
Kurs rupiah menguat tipis terhadap dolar AS setelah pernyataan Bank Indonesia

Rupiah menguat tipis

Penutupan pasar dan angka utama

Data pasar menunjukkan rupiah ditutup naik 0,06 persen atau 10 poin ke posisi Rp18.073 per dolar AS. Penguatan ini datang setelah pernyataan resmi BI yang menekankan stabilitas sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Langkah BI untuk menstabilkan rupiah

Dalam pernyataannya, BI menyebut akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar. Bank sentral menegaskan tidak hanya mengandalkan suku bunga, tetapi juga memanfaatkan instrumen pasar lainnya untuk menarik aliran modal asing.

Instrumen yang disebutkan meliputi:

  • Intervensi tiga jalur di pasar valas: spot, NDF (non-deliverable forward), dan DNDF (domestic non-deliverable forward).
  • Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap.
  • Fasilitas DNDF hedging untuk memperkuat mekanisme lindung nilai pasar domestik.

"BI menyatakan berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,"

Faktor eksternal: Ketegangan di Timur Tengah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mencatat bahwa sentimen eksternal turut memengaruhi pergerakan rupiah. Belakangan, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah beberapa hari mereda, yang menimbulkan kecemasan pasar terhadap pasokan energi global.

"Ketegangan kembali meningkat setelah pasar sempat optimistis upaya diplomasi menunjukkan kemajuan,"

Ibrahim menyebut beberapa insiden, termasuk klaim serangan rudal balistik terhadap fasilitas militer AS dan upaya pencegahan serangan drone terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi. Selain itu, pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz menemui kebuntuan setelah Iran menolak usulan kerangka kerja regional.

Sentimen menjelang keputusan The Fed

Pelaku pasar juga menahan posisi agresif menjelang rilis hasil pertemuan The Fed yang dijadwalkan Kamis dini hari. Hasil pertemuan tersebut dinilai krusial untuk menentukan arah suku bunga global, yang berpotensi memengaruhi aliran modal dan nilai tukar mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Secara keseluruhan, pernyataan BI memberikan dorongan psikologis bagi rupiah, namun prospek jangka pendek masih bergantung pada perkembangan geopolitik dan keputusan kebijakan moneter global.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait