KPA JASA Nagan Raya Tolak Wan Malaya jadi Plt Ketua DPW Partai Aceh
Nagan Raya — Keluarga besar Komite Peralihan Aceh (KPA) Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Nagan Raya dan sejumlah panglima sagoe menyatakan menolak penunjukan Wan Malaya sebagai Plt Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Pernyataan itu disampaikan Senin (3/8) dan dilatarbelakangi kekhawatiran atas rekam jejak kepemimpinan yang dinilai gagal.
Sikap resmi dan alasan penolakan
Keputusan menolak berasal dari gabungan unsur partai, pimpinan daerah KPA, serta puluhan panglima sagoe. Mereka menilai penunjukan tersebut mengabaikan aspirasi akar rumput dan berisiko merusak basis massa Partai Aceh di Nagan Raya.
Juru bicara yang juga Panglima Reubong menyatakan bahwa penolakan didasari pengalaman kepemimpinan terdahulu Wan Malaya yang menurut mereka tidak berhasil mempertahankan soliditas partai. Mereka khawatir pemilih loyal akan meninggalkan Partai Aceh jika penunjukan itu dipaksakan.
"Seluruh Aneuk Syuhada dan eks kombatan tidak akan kembali mendukung Wan Malaya yang pernah gagal memimpin Partai Aceh,"
Pernyataan JASA
Ketua Jaringan Aneuk Syuhada (JASA), Said Asil Laut Tawar, menegaskan bahwa Partai Aceh adalah partai ideologis dengan visi-misi perjuangan, bukan alat untuk mencari penghidupan atau memperkaya diri sendiri. Menurutnya, estafet kepemimpinan harus diberikan kepada figur yang mampu menjaga marwah perjuangan dan soliditas basis massa.
"Maka estafet kepemimpinan seharusnya diserahkan kepada figur yang mampu menjaga marwah perjuangan serta soliditas basis massa,"
Siapa yang menolak
Penolakan formal ini melibatkan Muskarimah yang diketuai Rita Afnita, tiga pimpinan daerah KPA, serta sejumlah panglima sagoe. Mereka menegaskan dukungan kepada basis massa loyalis eks kombatan dan keluarga GAM yang selama ini menjaga keberadaan Partai Aceh.
- Panglima Khairon Sago Pinto Kareng
- Panglima Ahmad Yani Sagoe Kaye Raya
- Panglima Reubong Sagoe Ujong Raja
- Panglima Amren Sagoe Syeh Bageudat
- Panglima Mahyundin Sagoe Kuala Raja
- Panglima Mawardi Sagoe Gajah Puteh
- Panglima Ambia Sagoe Kila
- Panglima Beutong Bawah Ramli (tu proyek)
- Panglima Beutong Ateuh Zulkifli
- Panglima daerah Maswadi
- Panglima daerah Said Acem
- Panglima Ismail
Dampak dan prospek ke depan
Pengurus dan panglima yang menolak memperingatkan DPP Partai Aceh untuk mempertimbangkan kembali keputusan penunjukan. Mereka menilai, lebih dari 15 tahun eksistensi Partai Aceh sebagai partai pemenang pemilu diraih berkat dukungan solid dari basis massa loyalis eks kombatan.
Jika aspirasi akar rumput tidak diakomodasi, potensi perpecahan dan penurunan dukungan di Nagan Raya dinilai nyata. Konflik internal ini berpeluang memengaruhi kinerja politik Partai Aceh pada pemilu dan agenda lokal berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...