TNI Capai Hampir 2.000 Titik Pipanisasi dan Sumur Bor
Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaporkan program pipanisasi dan pembangunan sumur bor telah mendekati 2.000 titik hingga Juni 2026. Jok produktif itu diumumkan setelah pertemuan Presiden dengan pimpinan TNI di Istana Merdeka pada 9 Juni 2026. Program ditujukan untuk wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih dan diperkirakan memberi manfaat bagi sekitar satu juta warga.
Perkembangan pipanisasi dan sumur bor
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan rincian program tersebut usai pertemuan antara Presiden dan pimpinan TNI. Menurutnya, pembangunan pipa dan sumur bor terus ditingkatkan untuk menjangkau daerah terpencil. Hingga laporan terakhir, jumlah titik proyek hampir mencapai angka 2.000 lokasi.
"Program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih juga terus ditingkatkan. Hingga Juni 2026, jumlah titik pembangunan telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga,"
Program listrik untuk Papua
Pertemuan juga menyoroti program TNI lain yang mendukung pemerataan pembangunan. Salah satunya adalah penyediaan akses listrik di Papua. Program ini kini telah menjangkau lebih dari 200 desa dan rencananya akan terus diperluas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Jembatan Gantung Garuda dan konektivitas
Selain layanan dasar, TNI juga mengembangkan infrastruktur penghubung antardaerah, termasuk proyek Jembatan Gantung Garuda. Menurut keterangan, pembangunan jembatan ini bertujuan memperkuat konektivitas antar-desa di berbagai wilayah Indonesia. Pada pertemuan disebutkan bahwa proyek infrastruktur tersebut juga menunjukkan capaian signifikan.
Peserta pertemuan dan peran TNI
Pertemuan di Istana Merdeka dihadiri oleh pimpinan TNI: Panglima TNI, Wakil Panglima, dan para Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, serta Udara. Presiden didampingi Menteri Pertahanan, Kepala BIN, Menteri Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet.
- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
- Wakil Panglima Letjen Tandyo Budi Revita
- KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak
- KSAL Laksamana Muhammad Ali
- KSAU Marsekal M. Tonny Harjono
Seskab menegaskan bahwa selain fungsi pertahanan, TNI berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Program-program ini diarahkan untuk memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas antardaerah, dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga wilayah terpencil.
Ke depan, pemerintah dan TNI akan melanjutkan upaya memperluas jangkauan program pipanisasi, sumur bor, dan listrik desa. Implementasi berkelanjutan diharapkan dapat mempercepat akses layanan dasar serta mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal.
Berita Terkait
DPR Kritik Anggaran RRI: Prioritaskan Pelayanan Publik
DPR kritik postur anggaran RRI—Rp931 miliar untuk manajemen vs Rp15 miliar untuk penyiaran; Dirut: anggaran...
Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir di Krui
Presiden Prabowo meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir di Krui untuk memperluas akses layanan kesehatan dan m...
Pemerintah Fokus Bangun Hunian Tetap dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh
Pemerintah fokus membangun 28.910 hunian tetap dan mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh,...
Kapolda Sumsel Tekankan Gotong Royong dan Teknologi di Satkamling
Kapolda Sumsel buka Pelatihan Satkamling 2026 dan minta perpaduan gotong royong serta teknologi untuk memper...
Pemulihan Pascabanjir Langsa: Sekolah dan Layanan Publik Pulih
Layanan publik di Kota Langsa, termasuk sekolah dan fasilitas kesehatan, telah kembali normal pascabanjir No...
KSP Dudung Terima Audiensi Pimpinan BGN, Tekankan Efisiensi MBG
KSP Dudung menerima audiensi pimpinan BGN di Bina Graha; BGN fokus evaluasi dan efisiensi anggaran program M...