Son Heung-min Diejek, Timnas Korsel Boikot Wartawan di Piala Dunia
Timnas Korea Selatan memutuskan memboikot wartawan lokal setelah muncul rekaman suara yang diduga mengejek kapten Son Heung-min dan status wajib militer pemain. Insiden terjadi saat sesi latihan di Guadalajara pada 7 Juni dan memicu pembatalan sejumlah wawancara serta protes publik terhadap media.
Rekaman bocor dan komentar yang memicu
Sebuah rekaman percakapan yang bocor melalui siaran langsung televisi menampilkan komentar bernada mengejek terhadap Son. Dalam rekaman itu, wartawan terlihat meragukan peran kepemimpinan Son dalam latihan dan menyindir statusnya terkait wajib militer.
Son pernah memperoleh pengecualian wajib militer setelah meraih medali emas pada Asian Games 2018. Meski demikian, ia tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan bersama Korps Marinir pada 2020.
Respons pemain dan pembatalan sesi media
Setelah insiden terungkap, kapten Son dilaporkan menolak memberikan pernyataan kepada media Korea Selatan usai laga pembuka melawan Republik Ceko pada 12 Juni. Selanjutnya, beberapa agenda wawancara pemain dibatalkan.
Para pemain menyatakan keberatan memberikan wawancara kepada wartawan domestik sebagai bentuk protes. Aksi ini membuat komunikasi resmi tim dengan media Korea menurun sementara.
Pernyataan resmi KFA dan langkah internal media
Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengeluarkan pernyataan yang menyayangkan komentar yang dianggap tidak pantas dari sejumlah personel media. KFA menegaskan pentingnya sikap bijak terhadap pemain dan nama baik tim nasional.
"Asosiasi Sepak Bola Korea menyampaikan penyesalan atas komentar tidak pantas sejumlah personel media. Kami mewakili Korea Selatan di panggung dunia dengan penuh tanggung jawab. Namun kebocoran percakapan tidak pantas itu menimbulkan kekecewaan dan kegaduhan."
KFA juga menyatakan tetap menghormati tugas jurnalistik, namun menuntut perilaku lebih profesional dari awak media saat meliput tim nasional.
Dampak pada struktur peliputan dan permintaan maaf
Insiden ini berujung pada pengunduran diri kepala pers rombongan media Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Pengunduran diri itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi.
Kepala pers pengganti kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain. Menurut laporan, Son menerima permintaan maaf tersebut secara pribadi, namun belum ada keputusan final apakah boikot akan diakhiri.
Kewajiban media menurut aturan FIFA dan jadwal Korsel
Meski terjadi boikot, tim tetap wajib menjalani aktivitas media resmi sesuai ketentuan FIFA. Kewajiban ini berlaku bagi semua peserta turnamen dan harus dipenuhi.
Korea Selatan akan menghadapi Meksiko pada 19 Juni dan menutup fase grup melawan Afrika Selatan pada 25 Juni. Keputusan pemain terkait kelanjutan boikot akan menentukan akses media domestik ke agenda tim selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rodri Resmi Tinggalkan City dan Jalani Tes Medis di Barcelona
Rodri akan jalani tes medis 18 Agustus sebagai bagian dari transfer ke Barcelona; nilai 76,5 juta euro diseb...
Rehan/Gloria Melaju ke Babak Kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026
Rehan/Gloria melaju ke babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah menang 21-16, 21-3 atas pasangan Malaysi...
Gol 126,7 Km/Jam: Martínez Masuk Radar Real Madrid dan Barcelona
Sergio Martínez cetak gol debut La Liga dengan tembakan 126,7 km/jam, menarik minat Real Madrid, Barcelona,...
Menpora Erick Ikut Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara, Ingatkan Perjuangan Atlet
Menpora Erick Thohir ikut Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas-HI, mengingatkan perjuangan atlet dan...
Jonatan Christie Lolos 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Jonatan Christie melaju ke 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai menundukkan Matthias Kicklitz 21-15, 21-14...
Menpora Minta Dukungan Publik untuk Atlet di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir minta dukungan publik untuk atlet Indonesia jelang Asian Games 2026 saat mengunjungi ge...