Olahraga

Son Heung-min Diejek, Timnas Korsel Boikot Wartawan di Piala Dunia

Bagikan:
Son Heung-min dan Timnas Korea Selatan terkait boikot wartawan di Piala Dunia 2026

Timnas Korea Selatan memutuskan memboikot wartawan lokal setelah muncul rekaman suara yang diduga mengejek kapten Son Heung-min dan status wajib militer pemain. Insiden terjadi saat sesi latihan di Guadalajara pada 7 Juni dan memicu pembatalan sejumlah wawancara serta protes publik terhadap media.

Rekaman bocor dan komentar yang memicu

Sebuah rekaman percakapan yang bocor melalui siaran langsung televisi menampilkan komentar bernada mengejek terhadap Son. Dalam rekaman itu, wartawan terlihat meragukan peran kepemimpinan Son dalam latihan dan menyindir statusnya terkait wajib militer.

Son pernah memperoleh pengecualian wajib militer setelah meraih medali emas pada Asian Games 2018. Meski demikian, ia tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan bersama Korps Marinir pada 2020.

Respons pemain dan pembatalan sesi media

Setelah insiden terungkap, kapten Son dilaporkan menolak memberikan pernyataan kepada media Korea Selatan usai laga pembuka melawan Republik Ceko pada 12 Juni. Selanjutnya, beberapa agenda wawancara pemain dibatalkan.

Para pemain menyatakan keberatan memberikan wawancara kepada wartawan domestik sebagai bentuk protes. Aksi ini membuat komunikasi resmi tim dengan media Korea menurun sementara.

Pernyataan resmi KFA dan langkah internal media

Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengeluarkan pernyataan yang menyayangkan komentar yang dianggap tidak pantas dari sejumlah personel media. KFA menegaskan pentingnya sikap bijak terhadap pemain dan nama baik tim nasional.

"Asosiasi Sepak Bola Korea menyampaikan penyesalan atas komentar tidak pantas sejumlah personel media. Kami mewakili Korea Selatan di panggung dunia dengan penuh tanggung jawab. Namun kebocoran percakapan tidak pantas itu menimbulkan kekecewaan dan kegaduhan."

KFA juga menyatakan tetap menghormati tugas jurnalistik, namun menuntut perilaku lebih profesional dari awak media saat meliput tim nasional.

Dampak pada struktur peliputan dan permintaan maaf

Insiden ini berujung pada pengunduran diri kepala pers rombongan media Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Pengunduran diri itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi.

Kepala pers pengganti kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain. Menurut laporan, Son menerima permintaan maaf tersebut secara pribadi, namun belum ada keputusan final apakah boikot akan diakhiri.

Kewajiban media menurut aturan FIFA dan jadwal Korsel

Meski terjadi boikot, tim tetap wajib menjalani aktivitas media resmi sesuai ketentuan FIFA. Kewajiban ini berlaku bagi semua peserta turnamen dan harus dipenuhi.

Korea Selatan akan menghadapi Meksiko pada 19 Juni dan menutup fase grup melawan Afrika Selatan pada 25 Juni. Keputusan pemain terkait kelanjutan boikot akan menentukan akses media domestik ke agenda tim selanjutnya.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait