Kemnaker dan Kementerian LH Genjot Tenaga Kerja Hijau untuk Teknisi AC
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Ketenagakerjaan sepakat memperkuat pengembangan tenaga kerja hijau khususnya teknisi reparasi air conditioner (AC). Kesepakatan itu diumumkan pada peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 di BBPVP Kota Bekasi, Rabu, 16 September 2026, dengan tujuan mencegah kebocoran gas pendingin yang merusak lapisan ozon.
Tujuan inisiatif dan alasan
Program ini bertujuan menekan pelepasan zat pendingin yang merusak ozon sekaligus meningkatkan efisiensi energi perangkat pendingin. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat, teknisi yang kompeten dapat mencegah kebocoran gas dan mengurangi dampak lingkungan.
“Teknisi yang kompeten tidak hanya memastikan AC tetap dingin dan hemat listrik,” ujarnya. “Mereka mengetahui memahami cara kerja yang benar, agar gas pendingin tidak lepas ke udara dan mencemarinya saat AC dipasang.”
Pelatihan, sertifikasi, dan dukungan alat
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan Kemnaker memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan kurikulum pelatihan untuk menyiapkan SDM yang siap kerja di sektor hijau. Kementerian LH juga memberikan hibah peralatan pelatihan yang akan didistribusikan ke balai pelatihan Kemnaker di seluruh Indonesia.
“Kami pastikan mereka memiliki kompetensi memadai, daya saing, dan wawasan lingkungan,” katanya.
Imbauan untuk konsumen dan rumah tangga
Kedua kementerian mengajak masyarakat berperan menjaga lapisan ozon dari rumah. Langkah sederhana dan rutin dapat mengurangi risiko kebocoran refrigerant serta menurunkan konsumsi energi.
- Gunakan dan rawat AC serta kulkas secara bijak.
- Pilih jasa teknisi yang tersertifikasi dan kompeten.
- Gunakan peralatan pendingin bebas CFC dan HCFC, serta hemat energi.
- Atur suhu AC pada angka yang cukup, tidak terlalu dingin.
“Jadilah konsumen yang cerdas, pilih peralatan pendingin yang bebas klorofluorokarbon (CFC) dan hidroklorofluorokarbon (HCFC) serta hemat energy,” ujarnya. “Atur suhu AC pada angka yang cukup, bukan suhu yang sangat dingin.”
Dampak ekonomi dan peluang kerja
Transformasi ke ekonomi hijau menimbulkan tantangan bagi industri, namun juga membuka lapangan kerja baru. Menaker menekankan transisi ini sebagai peluang perluasan kesempatan kerja melalui pelatihan dan sertifikasi teknisi berstandar lingkungan.
“Inilah komitmen Indonesia secara global untuk mengurangi kerusakan ozon,” ujarnya. “Transisi energi hijau tidak kami lihat sebagai ancaman, tetapi peluang untuk pembukaan lapangan-lapangan kerja baru.”
Dengan sinergi kebijakan, pelatihan, dan pendanaan peralatan, pemerintah berharap mampu mempercepat ketersediaan teknisi AC yang ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan menurunkan kebocoran gas refrigerant dan memberi nilai tambah bagi pasar tenaga kerja hijau di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri ESDM Perluas Listrik Desa dari Aceh hingga Papua
Menteri ESDM Bahlil pastikan perluasan listrik desa merata dari Aceh hingga Papua, prioritaskan wilayah 3T d...
Kementan Ajak Adopsi Teknologi Peternakan di ILDEX 2026
Kementan dorong adopsi teknologi peternakan di ILDEX 2026 di ICE BSD; pameran dihadiri 193 peserta dari 22 n...
Transaksi Judi Online Pegawai PU Rp12 Miliar, Sanksi Diterapkan
Kementerian PU temukan 81.000 transaksi judi online pegawai senilai Rp12 miliar; sanksi disiplin diberlakuka...
Mengapa Hari Ozon Sedunia Diperingati 16 September?
Hari Ozon Sedunia diperingati tiap 16 September untuk mengenang Protokol Montreal dan mendorong perlindungan...
Paiton Energy Hibahkan 2 Angling Listrik untuk TMII
Paiton Energy menyerahkan dua Angling listrik ke TMII pada 16 September 2026 untuk mendukung pariwisata berk...
Komisi XII Setujui Pagu Kementerian Investasi Rp974,8 Miliar
Komisi XII DPR setujui pagu Kementerian Investasi/BKPM 2027 sebesar Rp974,84 miliar dalam rapat 16 September...