Mengapa Hari Ozon Sedunia Diperingati 16 September?
Hari Ozon Sedunia diperingati setiap 16 September sebagai pengingat perlunya melindungi lapisan ozon yang menyerap radiasi ultraviolet Matahari. Peringatan ini merujuk pada penandatanganan Protokol Montreal pada 16 September 1987 dan bertujuan mendorong kerja sama internasional mengendalikan bahan perusak ozon.
Sejarah singkat dan dasar ilmiah
Penemuan lapisan ozon dimulai pada 1913 saat Charles Fabry dan Henri Buisson mencatat hilangnya sebagian radiasi ultraviolet sebelum mencapai permukaan Bumi. Penelitian selanjutnya oleh G.M.B. Dobson dan Sydney Chapman mengembangkan alat ukur dan penjelasan mekanisme pembentukan ozon di stratosfer.
Pada 1970-an, F. Sherwood Rowland dan Mario Molina menemukan hubungan antara klorofluorokarbon (CFC) dan penipisan ozon. Temuan ini memicu perhatian global terhadap bahan kimia yang bertahan lama di atmosfer.
Ancaman: bagaimana ozon rusak dan dampaknya
Bahan seperti CFC yang lepas ke atmosfer dapat memicu reaksi kimia yang merusak molekul ozon. Akibatnya, lebih banyak radiasi ultraviolet mencapai permukaan Bumi.
- Peningkatan risiko kanker kulit dan gangguan mata seperti katarak.
- Kerusakan pada tumbuhan dan gangguan produktivitas ekosistem laut dan darat.
- Perubahan keseimbangan ekosistem yang berdampak pada ketahanan pangan dan kesehatan hewan.
Protokol Montreal: tindakan internasional dan hasilnya
Kesepakatan global pertama untuk mengendalikan zat perusak ozon adalah Protokol Montreal, ditandatangani pada 16 September 1987. Perjanjian ini menetapkan pengurangan bertahap produksi dan konsumsi zat berbahaya seperti CFC.
Pada 1994, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 16 September sebagai hari internasional untuk pelestarian lapisan ozon. Upaya pengendalian zat perusak telah menurunkan konsentrasi beberapa bahan tersebut dan memicu proses pemulihan lapisan ozon, meski pemulihan penuh memerlukan waktu panjang karena masa tinggal zat-zat itu di atmosfer.
Informasi resmi tentang protokol dan perkembangan pemulihan dapat dilihat di laman organisasi lingkungan terkait, misalnya situs Protokol Montreal.
Apa yang bisa dilakukan hari ini
Perlindungan ozon bukan hanya tugas pemerintah. Industri dan masyarakat juga berperan melalui langkah sederhana:
- Menggunakan peralatan pendingin yang ramah ozon dan melakukan perawatan agar tidak bocor.
- Milih produk berlabel ramah lingkungan dan menghindari aerosol berbahaya.
- Mendukung kebijakan yang mengawasi penggunaan bahan kimia baru yang potensial merusak ozon.
Hari Ozon Sedunia pada 16 September mengingatkan bahwa penelitian ilmiah dan kerja sama lintas-negara mampu mengatasi ancaman global. Meski ada kemajuan, pengawasan dan tindakan berkelanjutan tetap diperlukan untuk melindungi lapisan ozon demi kesehatan dan kelangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Agen Penyelenggara Umrah Capai 4.000, Regulasi dan Garansi Bank Mendesak
Agen penyelenggara umrah hampir 4.000; pengamat minta pembenahan regulasi dan wajibkan garansi bank untuk li...
Pakar UGM: Tambah Alat Monitoring untuk 127 Gunung Aktif
Pakar UGM dorong penambahan alat dan balai pemantauan untuk atasi ketimpangan pengawasan terhadap 127 gunung...
Penumpang Speedboat Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas ke Bengkulu
Tim SAR memperluas pencarian speedboat Arupadhatu ke pesisir Pulau Enggano dan Bengkulu; delapan penumpang m...
Pabrik Grease Shell Beroperasi, Pasokan Domestik Makin Kuat
Pabrik grease Shell resmi beroperasi di Jakarta (15 Sept 2026), kapasitas 12 juta liter/tahun dan didukung 1...
Birokrasi Hambat Peringatan Dini Erupsi di Kawasan Pelosok
Birokrasi dan keterbatasan kewenangan pos pengamatan memperlambat peringatan dini erupsi di kawasan pelosok,...
Kemenhub Perkuat Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8
Kemenhub mengintensifkan pencarian 129 korban KMP Virgo Transport 8 sejak 13 September 2026 di Laut Jawa; 11...