Limbah Kepala Udang Jadi Pakan, Produksi Telur Omega Tumbuh
PT Ekosistem Ternak Borneo mengolah limbah kepala udang menjadi pakan ternak dan kini memproduksi telur omega berkualitas di Samarinda. Perusahaan itu, yang berbasis di Anggana, mulai riset sejak 2024 dan hasilnya dipublikasikan ke publik pada Senin, 10 Agustus 2026.
Dari limbah jadi bahan pakan
Awalnya usaha ini muncul untuk menangani pencemaran limbah kepala udang di kawasan Sungai Meriam, Anggana. Riset berlangsung lebih dari dua tahun untuk menemukan proses pengolahan yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan limbah kepala udang dapat diolah menjadi kitin, kitosan, dan bahan baku pakan bernilai ekonomi. Pendekatan ini sekaligus mengurangi beban pencemaran di wilayah pesisir.
"Limbah kepala udang yang sebelumnya menjadi masalah ternyata dapat diolah menjadi dua produk, yaitu kitin dan kitosan serta pakan ternak,"
Model usaha dan produk
Perusahaan mengembangkan tiga divisi usaha: produksi pakan, penyediaan bibit ayam dan perlengkapan kandang, serta penjualan telur. Pakan yang diproduksi tidak hanya berbasis limbah udang, tetapi juga diperkaya dengan alga khusus untuk menaikkan kandungan omega-3 serta probiotik untuk kesehatan pencernaan ayam.
- Produk premium: merek TelorKita, diproduksi dengan prinsip animal welfare dan sistem cage free.
- Produk ekonomis: merek SamaTelur, dijual melalui sistem kandang baterai agar harga lebih terjangkau.
Kemitraan dan pasokan
Selain unit produksi sendiri, perusahaan menjalankan sistem kemitraan dengan peternak binaan di Samboja, Handil, dan Loa Janan. Perusahaan menyediakan pakan dan bibit, sementara peternak memasok telur ke perusahaan untuk dipasarkan.
"Peternak mendapatkan kepastian pasar, sedangkan kami memperoleh kepastian pasokan dengan kualitas sesuai standar perusahaan,"
Peningkatan produksi dan target pasar
Dalam dua tahun terakhir, produksi mengalami lonjakan signifikan. Dari awalnya hanya sekitar 40 piring telur per minggu, kini kapasitas sudah mencapai sekitar 1.500 piring per minggu. Perusahaan memperkirakan akhir 2026 produksi akan berada di kisaran 2.000–3.000 piring per minggu.
"Dari semula hanya bisa menjual sekitar 40 piring telur per minggu, kini sudah mencapai sekitar 1.500 piring per minggu, dan sampai akhir 2026, meningkat menjadi 2.000 hingga 3.000 piring per minggu,"
Ke depan, PT Ekosistem Ternak Borneo menargetkan memasok sedikitnya 50.000 piring telur omega per pekan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Implikasi dan prospek
Inovasi ini menunjukkan potensi ekonomi sirkular: limbah industri perikanan menjadi bahan baku bernilai. Jika target produksi tercapai, langkah serupa bisa menjadi model bagi daerah pesisir lain untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan ketersediaan produk bernutrisi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...