Perut Begah Usai Iduladha? 3 Teh yang Direkomendasikan
Setelah menyantap hidangan daging berlebih saat perayaan Iduladha, banyak orang mengalami perut begah dan terasa berat. Untuk mengatasi keluhan tersebut, beberapa jenis teh disebut efektif membantu proses pencernaan dan menetralkan efek konsumsi daging yang berlebihan. Rekomendasi utama meliputi teh Pu'er, Oolong, dan teh herbal Chrysanthemum atau krisan.
Jenis teh yang direkomendasikan
Berikut jenis teh yang kerap dianjurkan setelah mengonsumsi makanan berlemak atau daging:
- Pu'er: Teh fermentasi khas Tiongkok ini dikenal efektif membantu memecah lemak, sehingga sering dipilih setelah makan makanan berlemak tinggi.
- Oolong: Teh ini dinilai mampu menyeimbangkan rasa makanan berat dan membantu tubuh mencerna protein tanpa membebani lambung secara berlebih.
- Chrysanthemum (teh krisan): Bagi yang merasa tubuh "panas" setelah makan daging, teh krisan menjadi alternatif karena, menurut konsep pengobatan tradisional Tiongkok, bekerja sebagai pendingin untuk menyeimbangkan kondisi tubuh.
Cara dan waktu konsumsi
Penting untuk memperhatikan waktu dan kondisi saat minum teh setelah makan daging. Hindari langsung minum teh sesaat setelah makan, karena hal ini dapat mengganggu penyerapan protein dan zat besi.
Idealnya, teh dikonsumsi sekitar 45 hingga 60 menit setelah makan. Selain itu, teh sebaiknya diminum dalam kondisi hangat agar lebih membantu kerja sistem pencernaan dalam memecah lemak.
Mengapa pilihan teh berbeda
Perbedaan rekomendasi didasarkan pada gejala yang muncul setelah makan. Jika keluhan utama adalah sensasi penuh dan lemak berlebih, teh seperti Pu'er yang berpotensi membantu pemecahan lemak lebih cocok. Untuk mengatasi rasa berat akibat protein, Oolong dinilai lebih seimbang. Sementara bila muncul rasa "panas" atau tidak nyaman menurut pendekatan tradisional, teh krisan dianggap membantu menurunkan sensasi tersebut.
Catatan praktis
Pilih jenis teh sesuai gejala yang dirasakan: Pu'er untuk membantu lemak, Oolong untuk membantu pencernaan protein, dan krisan untuk menyeimbangkan kondisi tubuh yang terasa hangat. Perhatikan juga jeda waktu setelah makan dan usahakan minum teh dalam kondisi hangat agar efeknya lebih mendukung pencernaan.
Pemilihan teh tidak menggantikan saran medis. Jika keluhan berlanjut atau disertai gejala berat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...