Tari Mayang Rontek Meriahkan Pelantikan PAC PDI Mojokerto
Mojokerto — Penampilan Tari Mayang Rontek dari Sanggar Murwita memeriahkan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto, Sabtu (22/5/2026). Tarian tradisional itu dibawakan untuk memberi nuansa budaya dan simbolisasi pengabdian pada momentum pelantikan kader.
Asal, makna, dan pesan tari
Tari Mayang Rontek adalah tarian khas Kabupaten Mojokerto yang sarat makna. Menurut pelatih Sanggar Murwita, Aisyah, tari ini menggambarkan simbol kesucian, keanggunan, serta doa bagi perempuan yang memasuki fase hidup baru.
"Tarian kita bawakan ini asli dari Kabupaten Mojokerto, yaitu Tari Mayang Rontek, yang di mana arti Tari Mayang Rontek ini menceritakan tentang simbol kesucian, keanggunan, serta doa dan harapan bagi mempelai wanita yang akan melangkah memasuki babak kehidupan baru," ujar Aisyah.
Relevansi dengan pelantikan PAC
Aisyah menjelaskan, tema tari yang menekankan adaptasi pada lingkungan baru selaras dengan tugas pengurus PAC yang baru dilantik. Mereka akan memasuki peran organisasi dan diharapkan cepat beradaptasi serta aktif menjalankan program kerakyatan.
"Kami memilih tarian ini karena khas Kabupaten Mojokerto. Jadi, kita enggak ambil tari dari luar Mojokerto, karena kami ingin melestarikan tari yang ada di Kabupaten Mojokerto ini," tambah Aisyah.
Pelestarian budaya dan respons tamu
Selain fungsi seremonial, penyajian tari mendapat apresiasi tamu undangan. Penonton menilai pertunjukan berhasil menghadirkan nuansa lokal dan memperkuat semangat kebersamaan kader partai.
Penampilan itu juga dianggap sebagai upaya nyata pelestarian budaya daerah melalui ruang-ruang publik partai politik. Dengan memilih karya lokal, penyelenggara menegaskan pentingnya menjaga tradisi seni daerah di tengah aktivitas politik dan organisasi.
Implikasi dan pandangan ke depan
Penampilan Tari Mayang Rontek pada acara formal seperti pelantikan PAC menunjukkan potensi kolaborasi antara kebudayaan dan politik massa. Ke depan, penguatan program pelestarian budaya di tingkat daerah dapat memperkaya kegiatan organisasi sekaligus mempererat hubungan kader dengan komunitas lokal.
Secara singkat, pemilihan tari khas Mojokerto ini bukan hanya soal estetika. Ia juga membawa pesan moral tentang pengabdian, harapan, dan kesiapan menghadapi tugas baru yang kini dipikul para pengurus PAC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto.
Berita Terkait
198 Kader PAC PDI Perjuangan Gresik Dilantik di GNI
198 kader PAC PDI Perjuangan Gresik dilantik di GNI untuk mengembalikan semangat gotong royong dan perjuanga...
PDI Perjuangan Mojokerto Lantik Pengurus PAC dan Tekankan Regenerasi
PDI Perjuangan Mojokerto melantik pengurus PAC 23 Mei 2026, menekankan regenerasi, restrukturisasi, dan keha...
PDI Perjuangan Jatim Siapkan Hampir 500 Sapi untuk Kurban 2026
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyiapkan hampir 500 ekor sapi kurban menjelang Iduladha 27 Mei 2026, disalur...
Lulusan SMA Dharma Wanita Kediri Dapat Akses Beasiswa Kuliah
Ratusan lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare kini berpeluang kuliah lewat akses beasiswa yang dijamin Pemkab Ked...
Pameran Pendidikan Lamongan 2026 Dibuka, 115 Stan Tampil
Pameran Pendidikan Lamongan 2026 dibuka 22–24 Mei; 115 stan ikut serta dan IPM Lamongan tercatat 76,81, kate...
Megawati dan Sri Sultan HB X Gelar Jamuan Keluarga di Kraton
Megawati dan Sri Sultan HB X menggelar jamuan keluarga di Kraton Yogyakarta, Jumat malam 22 Mei 2026, berlan...