Kediri Jadi Daerah Bongkar Ratoon Tebu Terluas, Target Diperluas ke 7.000 Ha
Kabupaten Kediri kini tercatat sebagai daerah dengan capaian program bongkar ratoon tebu terluas di Indonesia. Data terbaru itu diumumkan saat kegiatan Tanam Perdana Tebu di Desa Ngleteh, Kecamatan Kandat.
Siapa, apa, kapan, dan di mana
Pengumuman disampaikan Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, pada acara yang juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, dan Direktur PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi.
Bongkar ratoon adalah proses peremajaan tanaman tebu dengan membongkar tanaman lama dan menanam bibit baru untuk mengembalikan produktivitas lahan.
Rincian capaian dan target baru
Pada 2025, Kabupaten Kediri mencatat program bongkar ratoon seluas 1.306 hektar yang dibiayai melalui APBN. Sisanya dilakukan secara mandiri oleh petani.
Pemerintah pusat kini memberi target tambahan: Kabupaten Kediri diminta memperluas bongkar ratoon hingga 7.000 hektar, dari total luas lahan tebu lebih dari 20.000 hektar di wilayah tersebut.
Menurut Dewi Mariya Ulfa, Pemkab Kediri telah menerbitkan SK CPCL (Calon Petani Calon Lahan) seluas 2.192 hektar.
“Sampai hari ini, Kabupaten Kediri telah menerbitkan SK CPCL seluas 2.192 hektar. Pencapaian ini masih perlu terus didorong agar target yang dicanangkan bisa kami penuhi,”
Bantuan dan intervensi untuk mendukung swasembada gula
Untuk menjaga produktivitas dan mempercepat program, Pemkab Kediri menyalurkan berbagai stimulus kepada petani. Langkah yang sudah dilakukan antara lain:
- Pendistribusian 266 unit pompa submersible pada 2025 untuk mengatasi masalah pengairan.
- Pemberian 51 unit traktor roda empat untuk mempercepat pengolahan lahan.
- Penanganan hama terpadu bekerja sama dengan Dinas Pertanian di wilayah endemis, termasuk Kecamatan Ngadiluwih.
Langkah-langkah itu dimaksudkan untuk mempertahankan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.
“Kepada seluruh petani tebu di Kabupaten Kediri, Mas Bupati mengucapkan terima kasih karena panjenengan semua adalah tonggak utama untuk mewujudkan swasembada gula Indonesia. Tugas kami adalah memberikan stimulus,”
Prospek dan sinergi ke depan
Dalam sambutan tertulis Bupati Kediri yang dibacakan Wakil Bupati, disebutkan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi program pemerintah dan inisiatif petani lokal. Pemkab berharap sinergi antara Pemkab Kediri, Pemprov Jawa Timur, dan Kementerian Pertanian terus diperkuat untuk memenuhi target nasional.
Dengan dukungan alat, pembiayaan, dan program peremajaan lahan, Kabupaten Kediri diharapkan menjadi salah satu penggerak utama upaya pemenuhan kebutuhan gula nasional.
Baca juga: Informasi terkait program dan publikasi resmi
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Jatim Salurkan 60 Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas di Blitar
DPRD Jatim dan Dinas Sosial salurkan 60 alat bantu di Blitar untuk tingkatkan mobilitas dan aksesibilitas pe...
Danlanal Banyuwangi Berganti: Letkol Wishnu Gantikan Letkol Puji
Letkol Wishnu resmi menggantikan Letkol Puji sebagai Danlanal Banyuwangi (21/7/2026); fokus berlanjut ke pro...
Kota Batu Siapkan Regulasi Baru untuk Cegah Pengembang Tinggalkan PSU
DPRD Kota Batu percepat regulasi PSU untuk mencegah pengembang meninggalkan kewajiban dan memberi kepastian...
PDIP Tegaskan Politik Beradab dalam Peringatan 30 Tahun Kudatuli
PDIP menegaskan politik beradab saat peringatan 30 tahun Kudatuli, menekankan kritik pada kebijakan, bukan s...
Bupati Kediri Ajak Anak Muda Masuk Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Gotong Royong
Bupati Kediri gandeng Dekopinda untuk tarik generasi muda ke koperasi lewat program dan pelatihan, demi perk...
DPRD Surabaya: Banpol Perkuat Pendidikan Politik dan Akuntabilitas
Ketua DPRD Surabaya: banpol harus dimanfaatkan akuntabel untuk pembinaan kader, literasi politik, dan pengua...