Nasional

Dekranas Kejar Peningkatan Ekspor Kerajinan Indonesia ke Pasar Dunia

Bagikan:
Pameran Kriyanusa 2026 dan pernyataan Dekranas tentang target ekspor kerajinan Indonesia

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas)Kriyanusa 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Target ekspor dan data nilai

Tri Tito menilai produk kerajinan khas Nusantara memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. Ia mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 yang mencatat nilai ekspor kerajinan Indonesia mencapai Rp20 triliun.

"Untuk ekspor kerajinan Indonesia sendiri pada 2023 menurut data statistik dari BPS, itu mencapai Rp20 triliun. Kita ingin capaian ini bisa lebih meningkat karena pasar internasional itu sangat luas," kata Tri Tito Karnavian.

Langkah strategis Dekranas

Untuk merealisasikan kenaikan ekspor, Dekranas menyiapkan beberapa langkah strategis. Fokus utama adalah memperkuat kapasitas dan kualitas produk serta memperluas akses pasar melalui sinergi antar lembaga.

Salah satu upaya konkret adalah memberi dukungan langsung kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di berbagai provinsi. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengrajin di level lokal sehingga produk siap bersaing di pasar internasional.

Fokus peningkatan mutu dan daya saing

Tri Tito menjelaskan penguatan tidak hanya berupa pemasaran, tetapi juga perbaikan kualitas, standar mutu, dan kreativitas desain. Menurutnya, aspek-aspek tersebut menjadi kunci agar produk kerajinan memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Bersama-sama bisa meningkatkan segala aspek dari produk kerajinan, baik itu dari daya saing, dari kualitas, mutu, kreativitas, dan lain-lain bisa ditingkatkan. Dan tentu saja bekerja sama dengan pemerintah daerah masing-masing," ujarnya.

Peran pemerintah daerah dan tantangan

Dekranas menekankan perlunya dukungan aktif dari pemerintah daerah (pemda). Dukungan tersebut meliputi fasilitasi pelatihan, akses pembiayaan, sertifikasi mutu, dan dukungan promosi ekspor.

Meski potensi besar, tantangan seperti pemenuhan standar internasional, konsistensi pasokan, dan kapasitas produksi masih perlu diatasi agar target ekspor bisa tercapai dan meningkat secara berkelanjutan.

Prospek ke depan

Dengan strategi penguatan lokal dan keterlibatan Dekranasda serta pemda, Dekranas menargetkan nilai ekspor kerajinan naik dari level saat ini. Pameran Kriyanusa 2026 diharapkan menjadi salah satu medium yang mempertemukan pengrajin dengan pembeli internasional dan membuka peluang ekspor baru.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait