Nasional

Ditjen PAS Gelar Salat Istisqa Serentak di 627 UPT Hadapi Kemarau

Bagikan:
Petugas dan warga binaan melaksanakan Salat Istisqa di salah satu UPT Pemasyarakatan

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menggelar Salat Istisqa secara serentak pada 19 September 2026 di 627 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan diadakan sebagai langkah muhasabah dan penguatan spiritual petugas serta warga binaan untuk menghadapi dampak musim kemarau dan mengajak penggunaan air secara bijak.

Pelaksanaan Salat Istisqa di lingkungan pemasyarakatan

Salat Istisqa diikuti petugas dan warga binaan dari berbagai jenis lembaga pemasyarakatan. Penyelenggaraan mencakup fasilitas berikut:

  • Lembaga Pemasyarakatan (lapas)
  • Rumah Tahanan Negara (rutan)
  • Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)
  • Balai Pemasyarakatan (bapas)

Kegiatan juga melibatkan tokoh agama setempat sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual bagi warga binaan.

Pesan Dirjen: muhasabah dan penguatan mental

“Kami mengarahkan seluruh jajaran Pemasyarakatan Indonesia melaksanakan Salat Istisqa sebagai momentum muhasabah kepada Allah Swt. Salat Istisqa juga menjadi penguatan mental dan spiritual dalam menghadapi dampak kekeringan yang terjadi belakangan ini,”

Dirjen Pemasyarakatan Mashudi mengatakan langkah ini bertujuan selain berdoa juga untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Imbauan hemat air menyusul data BMKG

“Berdasarkan informasi BMKG, 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kami imbau Warga Binaan dan petugas untuk menggunakan air secara bijak agar kebutuhan selama pelaksanaan pembinaan tetap terpenuhi,”

Imbauan penggunaan air secara bijak ditujukan agar operasional pembinaan tetap berjalan tanpa terganggu. Penghematan ditargetkan pada kegiatan nonesensial dan perilaku sehari-hari di lapas dan rutan.

Pemantauan pasokan air oleh Ditjen PAS

Direktorat Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, yang dipimpin Masjuno, menyatakan monitoring pasokan air menjadi prioritas. Pemantauan difokuskan pada wilayah yang mengalami kemarau lebih panjang.

“Kami terus memonitor rekan-rekan di lapangan agar pasokan air tetap terpenuhi selama musim kemarau. Di saat yang sama, kami mendorong jajaran dan Warga Binaan untuk menggunakan air secara bijak,”

Dampak dan prospek ke depan

Selain aspek spiritual, kegiatan ini mendorong kesadaran kolektif menjaga lingkungan dan menghemat air. Ditjen PAS akan terus memantau kondisi dan menyesuaikan langkah operasional bila pasokan air mengalami tekanan lebih lanjut.

Upaya kombinasi doa, pembinaan, dan manajemen sumber daya diharapkan membantu menjaga kelancaran program pemasyarakatan selama puncak musim kemarau.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait