PAC Sidoarjo Tanam Pohon Sukun Sambut Hari Lahir Pancasila
Sidoarjo, 31 Mei 2026 — Kader-kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo menggelar penanaman bibit pohon sukun secara serentak. Aksi ini berlangsung sejak dua pekan terakhir sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Lahir Pancasila dan peringatan Bulan Bung Karno pada Juni 2026.
Tujuan dan makna gerakan
Ketua DPC Sidoarjo, Hari Yulianto, menjelaskan penanaman sukun bukan sekadar penghijauan. Tujuannya juga untuk mengingatkan masyarakat bahwa negeri kaya akan tanaman serba guna, termasuk sukun.
“Kenapa kami pilih Sukun, karena ini jenis ‘pohon kehidupan’. Sebab seluruh bagian pohon mulai dari buah hingga bunga, termasuk kayu pohon dan getahnya, ada manfaatnya,”
Menurut Hari, gerakan ini dimaksudkan untuk memperkuat ingatan kolektif terhadap nilai-nilai Pancasila dan jejak sejarah Bung Karno yang pernah merenung di bawah pohon sukun.
Manfaat buah dan bagian pohon sukun
Panitia menyebutkan beberapa manfaat sukun yang mendorong pemilihan tanaman ini untuk kampanye.
- Buah sukun kaya karbohidrat kompleks dan serat.
- Mengandung kalium yang baik untuk kesehatan jantung dan rendah lemak.
- Bagian bunga dan getah dapat memiliki fungsi praktis, seperti alternatif obat anti-nyamuk ketika dibakar.
- Bisa menjadi alternatif pengganti makanan pokok dalam kondisi tertentu.
Pelaksanaan di tiap kecamatan
Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC, Pavi Raharjo, mengatakan penanaman dilaksanakan oleh seluruh pengurus PAC di 18 kecamatan sejak pertengahan Mei. Bibit setinggi lutut orang dewasa dibagikan saat pelantikan pengurus PAC pertengahan bulan lalu.
Setiap PAC menyesuaikan lokasi penanaman di wilayah masing-masing, seperti lahan pekarangan warga, sekolah, dan fasilitas umum kecil. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong dan melibatkan tokoh setempat.
Makna historis dan hubungan dengan Pancasila
Hari Yulianto mengingatkan sejarah Bung Karno yang banyak menggali dasar negara saat masa pengasingan di Ende, Flores, di bawah pohon sukun. Hasil renungan itu kemudian disampaikan dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945 dan menjadi cikal bakal Pancasila.
“Jadi gerakan menanam bibit Sukun memang ditujukan untuk menyambut Hari Lahir Pancasila yang akan tiba beberapa hari lagi,”
Dengan mengaitkan aspek lingkungan dan sejarah, penyelenggara berharap gerakan ini menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus rasa kebangsaan di tingkat akar rumput.
Untuk liputan lebih lanjut tentang kegiatan partai di wilayah Jawa Timur, lihat publikasi resmi di Google News.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR: Investasi Pertambangan Banyuwangi Harus Lindungi Lingkungan
Komisi IV DPR kunjungi PT BSI Tumpang Pitu; Sonny minta investasi tambang selaras dengan perlindungan lingku...
Lamongan Siapkan 10 Ribu Titik PJU, Fokus di Jalur Pantura
Pemkab Lamongan menyiapkan 10.000 titik PJU baru, fokus di Jalur Pantura untuk tingkatkan keselamatan dan ak...
PDI-P Kanigoro Percepat Regenerasi: 30% Perempuan, 30% Kader Muda
PDI Perjuangan Kanigoro membentuk kepengurusan baru dengan 30% perempuan dan 30% kader muda untuk memperkuat...
Bupati Trenggalek Dorong PDAM Pakai Energi Surya untuk Tekan Biaya
Bupati Trenggalek mendorong PDAM pakai panel surya untuk tekan biaya operasional dan perkuat kontribusi PAD...
Bupati Kediri Dukung Koperasi dan Dorong UMKM Masuk Marketplace
Bupati Kediri dukung koperasi dan dorong UMKM memanfaatkan marketplace untuk meningkatkan daya saing setelah...
Rencana Bioskop di Pasar Baru Magetan Picu Kekhawatiran Pedagang
Pedagang Pasar Baru Magetan khawatir atas rencana pembangunan bioskop; DPRD jadwalkan RDP pada 24 Juli 2026...