Lokal

Aceh Mulai Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, 32% Lahan Mulai Pulih

Bagikan:
Petani menanam padi perdana di lahan yang dipulihkan pasca bencana di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG — Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur meresmikan tanam padi perdana pasca bencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian setelah puluhan ribu hektare lahan warga terdampak.

Dampak Bencana dan Lokasi Tanam Perdana

Bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu merusak lahan pertanian dan perkebunan di Aceh. Data yang dipaparkan menunjukan areal persawahan terdampak mencapai 57.364 hektare, sedangkan perkebunan terdampak seluas 60.438 hektare. Kabupaten Aceh Tamiang tercatat termasuk wilayah dengan kerusakan terparah akibat banjir lumpur dan material lainnya.

Sektor Luas Terdampak (ha)
Persawahan 57.364
Perkebunan 60.438

Pesan dan Apresiasi Pemerintah

Dalam sambutannya, Sekda M. Nasir menegaskan bahwa tanam perdana bukan sekadar aktivitas tanam benih. Ia menyebut kegiatan ini sebagai simbol bahwa petani tetap kuat dan optimis menjaga ketahanan pangan Aceh.

Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, pemerintahan kabupaten, Kodam Iskandar Muda, serta kelompok tani yang bergerak cepat melakukan pemulihan lahan.

Strategi Pemulihan Lahan

Pemerintah menempatkan rehabilitasi dan optimasi lahan sawah lokasi bencana sebagai prioritas. M. Nasir melaporkan progres program optimalisasi lahan terdampak telah mencapai 32 persen dan tersebar di 18 kabupaten/kota se-Aceh.

Pelaksanaan pemulihan lahan dibagi ke beberapa tahapan sesuai tingkat kerusakan. Tahapan ini bertujuan mempercepat lahan kembali produktif secara terukur.

  • Optimalisasi lahan: bantuan pekerjaan untuk sawah kategori rusak ringan.
  • Rehabilitasi lahan: pemulihan khusus untuk sawah kategori rusak sedang.
  • Pengolahan lahan: dilakukan setelah seluruh konstruksi fisik selesai diperbaiki.

Intervensi Infrastruktur dan Dampak Ekonomi

Selain memperbaiki persawahan, intervensi fokus pada infrastruktur pendukung pertanian. Kegiatan meliputi pembangunan dan perbaikan sistem irigasi pemompaan, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, serta rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT).

Langkah-langkah teknis tersebut bertujuan memastikan distribusi logistik dan akses produksi petani kembali lancar sehingga roda perekonomian di wilayah terdampak segera pulih.

Prospek ke Depan

Pemerintah Aceh optimis bahwa sinergi dengan Kementan dan instansi terkait akan mempercepat pemulihan puluhan ribu hektare lahan. Kecepatan perbaikan lahan dan infrastruktur menjadi kunci agar hasil pertanian kembali stabil dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat petani.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait