Prabowo Targetkan Swasembada Daging dalam 4-5 Tahun
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan optimisme bahwa Indonesia bakal mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri panen raya BUBK (Budidaya Udang Berbasis Kawasan) di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. Menurutnya, target ini mengikuti keberhasilan swasembada komoditas pangan lain yang telah dicapai pemerintah.
Target dan waktu pencapaian
Prabowo merinci bahwa daging saat ini masih menjadi komoditas yang belum mencapai swasembada. Namun ia yakin itu bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan. "Mungkin empat tahun lagi, lima tahun lagi kita swasembada daging," ujarnya.
“Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam. Daging kita masih belum,”
Langkah pemerintah
Pemerintah, kata Prabowo, tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mewujudkan target tersebut. Ia tidak merinci seluruh program teknis saat itu. Namun ia menegaskan komitmen pemerintah untuk bekerja secara intensif agar target tercapai.
Ketahanan pangan sebagai prioritas
Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi aspek utama kedaulatan bangsa. Ia menyebut kondisi global yang penuh konflik sebagai alasan mempercepat pembangunan ketahanan dalam negeri. Karena itu, swasembada pangan dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional.
“Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada,”
Pengelolaan sumber daya dan pertahanan
Selain fokus pada pangan, Presiden juga menyoroti pentingnya kekuatan nasional untuk melindungi sumber daya. Ia menegaskan perlunya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri demi kemakmuran seluruh rakyat. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan amanat konstitusi.
“Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu... Ini perintah Undang-undang Dasar untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,”
Prospek dan tantangan
Target swasembada daging akan membutuhkan koordinasi lintas sektor dan waktu. Pemerintah perlu melanjutkan program yang sudah berjalan sambil menutup celah ketergantungan impor. Keberhasilan pada komoditas lain memberi modal, namun implementasi tetap menjadi kunci.
Dengan komitmen yang ditegaskan Presiden, fokus kini beralih pada langkah konkret berikutnya. Waktu empat hingga lima tahun disebut sebagai batas optimis yang harus didukung kebijakan dan pelaksanaannya di lapangan.
Berita Terkait
Perluas Sentra Budidaya, Prabowo Genjot Ekspor Perikanan
Presiden Prabowo akan memperluas sentra budidaya perikanan dengan proyek BUBK di Kebumen dan rencana lahan r...
BI: Penyaluran Kredit UMKM Menurun, KUR Tumbuh Pesat
BI catat penurunan kredit UMKM hingga April 2026; NPL meningkat, namun KUR tumbuh 32,5% dengan realisasi Rp9...
OJK Perkuat Budaya Integritas Generasi Muda lewat SPARK Camp 2026
OJK gelar SPARK Camp 2026 di tiga kampus untuk memperkuat integritas dan tata kelola generasi muda jelang Ri...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 per Gram, Buyback Rp2,577,000
Harga emas Antam turun Rp15.000 per gram pada 23 Mei 2026; 1 gram Rp2.773.000, buyback Rp2.577.000.
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 dan UBS Melemah Akhir Pekan
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melemah pada 23 Mei 2026; Galeri24 turun Rp9.000/g dan UBS turun Rp...
Rent to Own Jadi Jalan KPR bagi Pekerja Informal
Skema Rent to Own dinilai bisa bantu 86 juta pekerja informal bangun rekam jejak keuangan selama 6–12 bulan...