Pertamina dan ERIA Sepakati MoU Percepatan Transisi Energi
Pertamina dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi riset dan kajian kebijakan transisi energi pada acara IPA Convex 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina, Emma Sri Martini, dan Chief Operating Officer ERIA, Dr. Takayuki Yamanaka.
Penandatanganan dan tujuan kerja sama
MoU berjudul Research Collaboration and Joint Study on the Development of Sustainable Energy Transition Pathways bertujuan mendorong pengembangan jalur transisi energi yang berkelanjutan. Kerja sama ini akan mendukung kebijakan nasional dan strategi bisnis Pertamina dalam menghadapi dinamika energi global.
Ruang lingkup kerja sama
MoU mencakup dua pilar utama: analisis kebijakan dan ekonomi di sektor energi, serta pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan. Implementasi akan difokuskan pada kajian berbasis riset untuk mendukung pengambilan keputusan strategis perusahaan dan pemangku kepentingan terkait.
Peran Pertamina dan lembaga pelaksana
Pelaksanaan program riset dan capacity building akan ditangani oleh Pertamina Energy Institute (PEI) sebagai think tank internal Pertamina. Menurut Emma, kerja sama ini memberi dukungan kajian kebijakan dan analisis ekonomi energi yang komprehensif.
"Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lainnya. Ini juga merupakan implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," jelas Emma Sri Martini.
"Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, lalu analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang Perusahaan."
Kesepakatan lain pada sesi yang sama
Selain MoU dengan ERIA, Pertamina Grup menandatangani beberapa kerja sama terkait pengembangan CCS dan amonia:
- JSA CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pupuk Indonesia.
- HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon.
- MoU CCS di wilayah kerja Pertamina antara PT Pertamina (Persero), PHE, dan ERIA.
Tentang ERIA
ERIA adalah think tank internasional yang berdiri sejak 2007 dan fokus pada kajian ekonomi serta kebijakan di kawasan ASEAN dan Asia Timur. Lembaga ini mendapat dukungan dari Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang dan dikenal atas analisis kebijakan energinya pada tingkat regional.
Dengan kolaborasi ini, Pertamina berharap memperkuat posisi strategisnya di regional serta meningkatkan kapasitas institusional menghadapi pergeseran menuju energi rendah karbon. Ke depan, kerja sama riset diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan opsi bisnis yang konkret untuk mendukung transisi energi nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BI: Uang Beredar Juni 2026 Naik Jadi Rp10.432,8 Triliun
BI mencatat uang beredar (M2) Juni 2026 naik menjadi Rp10.432,8 triliun, didorong oleh kenaikan M1, uang kua...
BRI Life Revitalisasi Kantor Denpasar untuk Tingkatkan Layanan
BRI Life meresmikan wajah baru Kantor Layanan Denpasar pada 22 Juli 2026 untuk meningkatkan layanan, fasilit...
Harga Emas Pegadaian Stabil: Galeri24 & UBS (23 Juli 2026)
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak bergerak pada 23 Juli 2026; simak daftar harga per ukuran len...
Rupiah Melemah, Dibuka di Rp17.921 Jelang Sentimen Global
Rupiah dibuka melemah di Rp17.921 per dolar AS, dipengaruhi kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopoli...
IHSG Rebound ke 6.346 Saat Sesi I, BNI Sekuritas Waspada
IHSG rebound ke 6.346 pada sesi I 23 Juli 2026, namun posisi rentan karena aksi jual asing dan lonjakan harg...
Pefindo: Penerbitan Surat Utang Korporasi Turun Semester I 2026
Pefindo catat penerbitan surat utang korporasi semester I 2026 mencapai Rp87,35 triliun, turun 3,91% dibandi...