Ekonomi

Juvelook Advanced Injector: Tingkatkan Kompetensi Dokter Estetika

Bagikan:
Workshop Juvelook Advanced Injector di Nusa Dua Bali, pelatihan teknik injeksi dan studi kasus untuk dokter estetika

Juvelook Advanced Injector Workshop digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, di Nusa Dua, Bali, sebagai kelanjutan scientific meeting JULIA Summit APAC 2026. Acara ini khusus untuk dokter yang telah berstatus Juvelook Certified Injector dan bertujuan memperkuat praktik klinis berbasis bukti dalam bidang regenerative aesthetics.

Tujuan dan fokus workshop

Workshop dirancang untuk memberikan pembelajaran yang lebih aplikatif dibanding sesi ilmiah sebelumnya. Peserta dilatih pada aspek klinis praktis, mulai dari penilaian pasien hingga penyusunan rencana perawatan. Tujuannya meningkatkan keamanan, hasil yang natural, dan konsistensi dalam praktik penggunaan Juvelook.

Pembicara dan format acara

Tiga pakar hadir sebagai pembicara: Dr. Chidchon Plae Sakjirapapong, dr. Inneke Jane Hidajat, dan dr. Henry Tanojo. Mereka membagikan pengalaman klinis, perkembangan penelitian, dan teknik aplikasi Juvelook melalui diskusi interaktif dan studi kasus.

Materi pembelajaran

Peserta mempelajari topik-topik berikut secara mendetail:

  • Evaluasi kasus klinis dan patient assessment untuk menentukan kebutuhan individual;
  • Penyusunan treatment planning berdasarkan kondisi pasien;
  • Teknik reconstitution dan berbagai teknik injeksi Juvelook;
  • Strategi kombinasi Juvelook dengan prosedur estetika lain untuk hasil optimal.

Materi disampaikan dengan rujukan pada bukti ilmiah terbaru untuk memastikan praktik yang aman dan efektif.

Kutipan narasumber

"Dokter perlu terus memperbarui pemahaman mengenai karakteristik PDLLA, HA, dan bukti ilmiah terbaru," ujar dr. Inneke Jane Hidajat dalam kutipan tertulis, Kamis, 23 Juli 2026.

Dukungan distributor dan implikasi

Haju Medical sebagai distributor resmi Juvelook di Indonesia mendukung program ini melalui edukasi ilmiah dan kolaborasi dengan pakar internasional. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk workshop, materi ilmiah, dan program pengembangan profesional.

Inisiatif ini diharapkan memperkuat ekosistem regenerative aesthetics di Indonesia. Selain meningkatkan kompetensi teknis, workshop juga menjadi wadah bagi dokter untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring profesional lintas negara.

Prospek ke depan

Dengan upaya pendidikan berkelanjutan, diharapkan lebih banyak dokter Indonesia mampu memberikan layanan regenerative aesthetics yang aman, bermutu, dan sesuai standar internasional. Program lanjutan dan pembaruan bukti ilmiah menjadi kunci agar praktik klinis tetap relevan dan terpercaya.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait