DPRD Dukung Perubahan Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
SUMENEP — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Sumenep mengubah nomenklatur menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan. Pernyataan itu disampaikan seusai Hosnan mendampingi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat audiensi dengan Kementerian Perhubungan pada Jumat (21/8/2026). Ia menegaskan perubahan ini dimaksudkan untuk menegaskan karakter daerah dan memperkuat perhatian pada wilayah kepulauan.
Dukungan politik dan alasan
Hosnan mengatakan nama baru bukan sekadar pergantian istilah. Menurut dia, nomenklatur yang jelas dapat menegaskan posisi kepulauan dalam kebijakan pembangunan. Ia menyebut pulau-pulau di Sumenep bukan bagian pelengkap, melainkan bagian penting dari wajah daerah.
Saya endukung penuh perubahan nomenklatur menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan. Ini bukan sekadar mengganti nama, tetapi menegaskan karakter daerah dan memastikan wilayah kepulauan memperoleh perhatian yang lebih kuat dalam pembangunan
Kebutuhan konektivitas dan pelayanan
Hosnan menyoroti tantangan geografis yang mempengaruhi pelayanan publik. Wilayah kepulauan menghadapi persoalan jarak, akses transportasi, dan keterbatasan konektivitas yang berbeda dengan daratan. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan tersebut secara konkret.
Ia mencontohkan penguatan konektivitas laut sebagai langkah konkret. Menurutnya, transportasi laut bukan hanya tentang kapal dan pelabuhan, tetapi juga tentang akses ke layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan distribusi barang.
Yang kita perjuangkan bukan sekadar nama. Ujungnya adalah pelayanan yang setara, konektivitas yang semakin baik dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat kepulauan
Proses, kajian, dan langkah selanjutnya
Meski mendukung, Hosnan mengingatkan perubahan nomenklatur tidak boleh terburu-buru. Ia meminta Pemkab menyiapkan kajian akademis, historis, geografis, sosial, ekonomi, dan administratif secara matang. Argumentasi yang terukur dan proses konstitusional harus menjadi dasar pengusulan.
Hosnan juga mengajak tokoh masyarakat kepulauan, akademisi, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk memberi pandangan dan mengawal proses. Ia menekankan perlunya peta jalan yang jelas, mulai dari kajian, konsolidasi pemangku kepentingan, komunikasi dengan pemerintah provinsi, hingga pengusulan ke pemerintah pusat.
Ini bukan kepentingan satu partai atau pemerintah daerah saja. Kalau tujuannya memperkuat identitas dan meningkatkan pelayanan masyarakat kepulauan, maka perjuangannya harus menjadi agenda bersama
Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Sumenep siap mengawal proses tersebut melalui jalur politik dan kelembagaan. Namun, Hosnan menekankan seluruh tahapan harus transparan, terukur, dan berpijak pada aturan yang berlaku agar gagasan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kepulauan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Puan Desak Intervensi Cepat Atasi Karhutla Kalimantan
Puan Maharani minta intervensi cepat atasi Karhutla Kalimantan dan prioritaskan perlindungan warga serta duk...
Kekerasan Seksual Anak di Pamekasan: Tersangka Ayah Kandung Ditangkap
Anggota DPR Hj. Ansari mengecam dugaan kekerasan seksual anak di Pamekasan; tersangka ayah kandung ditangkap...
Pemulung 73 Tahun di Banyuwangi Berdiri Hormat Saat Penurunan Bendera
Seorang pemulung 73 tahun di Banyuwangi berhenti bekerja dan berdiri hormat saat penurunan bendera HUT ke-81...
Meteri Bumi di Kedungdowo: Warga Trenggalek Doa Jelang HUT ke-832
Warga Wonocoyo menggelar Meteri Bumi di Kedungdowo (21/8/2026) untuk bersyukur dan mengingatkan pentingnya m...
Penutupan Soekarno Cup 2026 di GBT Tetap Meriah Meski Banteng Jatim Tersingkir
Panitia Soekarno Cup 2026 jamin penutupan meriah di GBT pada 24 Agustus, lengkap dengan hiburan dan akses gr...
Soekarno Cup 2026: Penutupan di GBT Tetap Meriah Meski Banteng Jatim Gagal
DPD PDI Perjuangan Jatim pastikan penutupan Soekarno Cup 2026 di GBT Surabaya pada 24 Agustus tetap meriah d...