Lokal

RSU Haji Medan Evaluasi Standar Pelayanan, IGD Target Respon

Bagikan:
Rapat monitoring dan evaluasi standar pelayanan di RSU Haji Medan

Medan — Rumah Sakit Umum Haji Medan menggelar monitoring dan evaluasi standar pelayanan pada Kamis, 30 Juli, di Ruang Rapat Umum Gedung B Manajemen. Kegiatan melibatkan akademisi, organisasi masyarakat, perwakilan pengguna layanan, dan insan media untuk memaparkan standar rumah sakit serta menyerap masukan guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Tujuan kegiatan dan pejabat yang hadir

Forum ini dipimpin Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan, Ridesman Nasution, SKM. Hadir pula Kepala Bagian Pelayanan Medik dan Keperawatan, drg. Fitrady Ulianda Siregar, serta jajaran pejabat struktural dan Kasubbag Ketatausahaan dan Rumah Tangga, Hastriyani Rusmana.

Ridesman menekankan bahwa rumah sakit perlu menyelaraskan harapan masyarakat dengan kapasitas fasilitas. Ia menyatakan forum ini penting untuk menyamakan persepsi tentang standar pelayanan.

Melalui forum ini kami ingin menyamakan persepsi agar masyarakat memahami bagaimana standar pelayanan rumah sakit diterapkan,

Standar layanan IGD

Menurut drg. Fitrady Ulianda, Instalasi Gawat Darurat menjadi salah satu fokus utama karena berhubungan langsung dengan kondisi kegawatdaruratan pasien. Proses dimulai sejak skrining dan triase untuk menilai tingkat kegawatan, kebutuhan tenaga medis, dan apakah pasien memiliki penyakit infeksius atau noninfeksius.

Setelah triase, pasien diperiksa dokter dan kemudian diputuskan apakah pasien pulang untuk rawat jalan, dirawat inap, ditempatkan di ruang isolasi, atau dirujuk ke rumah sakit lain jika fasilitas belum tersedia di RSU Haji Medan.

Standar respons pelayanan di IGD ditetapkan kurang dari 5 menit sejak pasien berada di ruang triase. Dalam rentang tersebut pasien harus sudah mendapatkan pelayanan awal,

Pelayanan IGD saat ini didukung sekitar 20 dokter umum dan 33 perawat yang bertugas 24 jam.

Standar rawat jalan dan transformasi digital

Drg. Ulianda memaparkan tiga layanan utama rumah sakit:

  • Pelayanan rawat jalan (poliklinik)
  • Instalasi Gawat Darurat (IGD)
  • Pelayanan rawat inap

RSU Haji Medan memiliki 41 poliklinik dan terus menambah sesuai kebutuhan masyarakat Sumatera Utara. Pelayanan rawat jalan dibagi menjadi tiga kelompok pasien:

  • Peserta JKN
  • Pengguna asuransi lain
  • Pasien umum

Peserta JKN dapat mendaftar lewat aplikasi Mobile JKN dan melakukan check-in menggunakan sistem pengenalan wajah sebelum ke poliklinik. Rumah sakit menetapkan standar waktu pelayanan rawat jalan maksimal 60 menit sebagai indikator mutu.

Masukan masyarakat dan tantangan

Dalam sesi diskusi, organisasi masyarakat menyorot pentingnya komunikasi tenaga kesehatan, terutama di IGD saat keluarga panik. RSU Haji Medan mengakui perbedaan persepsi soal kondisi gawat darurat kerap memicu keluhan.

Selain itu, keterbatasan tempat tidur rawat inap menjadi kendala saat rumah sakit penuh. Pada kondisi tersebut, rumah sakit menawarkan observasi di IGD atau ruang transisi sambil menunggu tempat tidur, dan memberi opsi rujukan bila pasien setuju.

Rencana renovasi dan penutup

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, RSU Haji Medan merencanakan renovasi IGD yang ditargetkan selesai pada Desember. Renovasi ini akan menambah kapasitas tempat tidur IGD dari 13 bed menjadi 27 bed untuk mengurangi kepadatan dan mempercepat penanganan.

Ridesman menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus memperbaiki fasilitas, memperkuat standar, melanjutkan transformasi digital, dan meningkatkan komunikasi humanis antara tenaga kesehatan dan pasien.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait