Kemendikdasmen: SPMB di Padang Terapkan Prinsip Akuntabel
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai pelaksanaan SPMB pada jenjang SLBN, SMAN, dan SMKN di Kota Padang, Sumatra Barat, telah menerapkan prinsip akuntabel, transparan, dan inklusif. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin pada Senin, 6 Juli 2026, setelah memantau proses penerimaan.
Penilaian Kemendikdasmen
Tatang menekankan bahwa kepercayaan publik dibangun melalui pelayanan yang baik, komunikasi terbuka, serta proses seleksi sesuai aturan. Menurutnya, SPMB merupakan pintu masuk utama layanan pendidikan sehingga harus berjalan jelas dan inklusif.
SPMB merupakan pintu masuk layanan pendidikan. Oleh karena itu seluruh satuan pendidikan harus memastikan proses penerimaan berjalan secara terbuka, jelas, dan inklusif
Pelaksanaan SPMB Ramah bukan hanya proses penerimaan calon murid baru. Tetapi juga gerbang pertama pengalaman positif bagi murid dan orang tua untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu
Ia menyebut praktik baik sejumlah sekolah di Kota Padang sebagai bukti bahwa SPMB tidak hanya seleksi administratif, tetapi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat pada layanan pendidikan.
Praktik di Sekolah: SMKN 6 Padang
Di tingkat sekolah, guru dan panitia SPMB berupaya membuka akses informasi dan memberi pendampingan. Annisa Fitria, guru sekaligus panitia SPMB SMKN 6 Padang, menjelaskan pihak sekolah memudahkan akses informasi pendaftaran dan membantu calon murid menentukan pilihan konsentrasi keahlian.
Secara prosedur administrasi, pelaksanaan SPMB di SMKN 6 Padang berjalan lancar, pihak sekolah berupaya memberikan pelayanan yang dapat membantu orang tua dan calon murid. Akan tetapi, yang menjadi pekerjaan rumah kami adalah mengarahkan calon murid karena banyak yang masih bimbang memilih salah satu dari dua konsentrasi keahlian yang mereka tulis di formulir pendaftaran
Annisa menilai administrasi berjalan baik, namun masih ada kebutuhan pendampingan terutama bagi calon murid yang ragu memilih program keahlian.
Tantangan dan langkah lanjutan
Kemendikdasmen menyoroti tiga faktor kunci untuk meningkatkan mutu layanan penerimaan:
- Keterbukaan informasi pendaftaran
- Pelayanan tanpa diskriminasi
- Pendampingan calon murid dan orang tua dalam pemilihan program
Dengan penguatan ketiga aspek tersebut, diharapkan SPMB Ramah tidak hanya memenuhi prosedur, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi keluarga peserta didik.
Ke depan, Kemendikdasmen dan sekolah di Padang diharapkan mempertahankan praktik terbuka dan memperluas pendampingan agar proses penerimaan semakin adil, akuntabel, dan bermutu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ahmad Irawan: Pemilu Harus Dipisah, Bukan Serentak
Anggota DPR Ahmad Irawan menilai pemilu serentak menimbulkan beban teknis dan melemahkan peran partai; ia me...
KemenHAM Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Gempa Flores
KemenHAM menyalurkan bantuan darurat dan memantau warga terdampak gempa di Flores, NTT, serta mendorong pena...
Mahasiswa Mappi UNJ Gelar Fashion Show 'Beauty in Diversity' 17 Agustus
Mahasiswa Mappi UNJ menggelar fashion show "Beauty in Diversity" pada 17 Agustus 2026 untuk memperkenalkan k...
Mahasiswa Mappi UNJ Gelar Fashion Show 'Beauty in Diversity'
Mahasiswa Mappi UNJ menggelar fashion show 'Beauty in Diversity' pada 17 Agustus 2026 di Aula Bung Hatta unt...
AHY: Proyek Infrastruktur Harus Beri Dampak Ekonomi ke Rakyat
AHY minta proyek infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langs...
Guru PPPK di Daerah 3T Diprioritaskan Ikut Seleksi PNS
DPR minta guru PPPK di daerah 3T diprioritaskan ikut seleksi PNS 2027 sebagai bentuk penghargaan dan upaya m...