Wamenag Tinjau Renovasi MTs Negeri 9 Cirebon, Pastikan Mutu Madrasah
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i meninjau progres renovasi MTs Negeri 9 Cirebon pada Senin, 6 Juli 2026, untuk memastikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) berjalan sesuai tujuan meningkatkan kualitas sarana pendidikan madrasah.
Kunjungan dan tujuan inspeksi
Kunjungan Wamenag fokus pada verifikasi pelaksanaan renovasi dan rehabilitasi gedung. Ia menegaskan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan representatif bagi peserta didik.
"Niat Bapak Presiden sangat mulia, yakni menghadirkan madrasah yang lebih baik, baik dari sisi bangunan maupun kelengkapan fasilitasnya."
Progres pekerjaan dan penyempurnaan
Menurut Wamenag, secara umum progres renovasi di MTs Negeri 9 Cirebon berjalan baik. Namun masih ada pekerjaan penyempurnaan yang perlu diselesaikan agar fasilitas dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
- Pemasangan pintu
- Pemasangan jendela
- Penataan area pascapembangunan
Penjaminan kualitas dan koordinasi antar-kementerian
Wamenag menekankan setiap anggaran negara harus menghasilkan bangunan berkualitas. Oleh karena itu, proses pembangunan akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar hasilnya memenuhi ketentuan teknis dan standar yang ditetapkan.
Kementerian Agama juga berkomitmen memberikan pendampingan selama pelaksanaan program dan melakukan pemantauan berkala agar pembangunan berjalan sesuai target dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Peran warga madrasah dan layanan pendidikan
Di sela peninjauan, Wamenag mengapresiasi kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan yang terus mengawal proses renovasi meski berlangsung pada masa libur sekolah. Ia menilai komitmen warga madrasah penting untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan selama proses pembangunan.
"Dengan lingkungan belajar yang nyaman. Kami berharap semangat belajar siswa juga semakin meningkat."
Apabila terdapat kendala yang memengaruhi layanan pendidikan, madrasah diminta segera berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama sesuai mekanisme yang berlaku. Selain itu, Wamenag mengajak civitas akademika membudayakan semangat gotong royong untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan sekolah agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan berkelanjutan.
Penutup
Pemeriksaan lapangan oleh Wamenag memperlihatkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur madrasah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Dengan koordinasi lintas kementerian dan keterlibatan aktif warga madrasah, pemeriksaan berkala diharapkan memastikan kualitas pembangunan dan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Fasilitasi Dialog PHK TikTok-Tokopedia, Perusahaan Bantah
DPR fasilitasi dialog soal isu PHK TikTok-Tokopedia (6 Juli 2026); perusahaan menyatakan tidak ada PHK, mela...
Kemendikdasmen Tegaskan SPMB Harus Terbuka, Transparan, Inklusif
Kemendikdasmen menegaskan SPMB harus berjalan terbuka, transparan, akuntabel, dan inklusif berdasarkan prakt...
PU Alokasikan Rp26,3 T untuk 100 Sekolah Rakyat 2027
Kementerian PU alokasikan Rp26,30 triliun untuk 100 Sekolah Rakyat Tahap III pada 2027, termasuk uang muka T...
Wamenkomdigi: Talenta Digital Kunci Daya Saing Teknologi
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan talenta digital sebagai kunci daya saing teknologi Indonesia di tengah...
Kemenbud Susun Strategi Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Kemenbud mulai siapkan langkah strategis setelah resmi kelola KNIU per Perpres 31/2026; fokus koordinasi, pe...
Wihaji Mencuat sebagai Kandidat Pengganti Adies Kadir di Mubeslub MKGR
Wihaji muncul sebagai kandidat kuat calon ketua MKGR menjelang Mubeslub 11 Juli 2026; pendaftaran ditutup 10...