Soekarno Run Blitar 2026: Pelari 52 dan 17 Tahun Bawa Pulang Trofi
Blitar, 8 November 2026 — Soekarno Run Blitar 2026 mempertemukan pelari lintas generasi dalam lomba lari 5K dan 10K. Dari sekitar 4.200 peserta, dua nama menonjol: Raquel Pirera Sajana, 52 tahun, yang finis sebagai juara kedua kategori 5K Master 40+, dan Farles Syaif Sabana, 17 tahun, yang menjuarai kategori pelajar 5K.
Hasil lomba dan hadiah
Raquel yang menetap di Bandung membawa pulang hadiah sebesar Rp 7,5 juta. Sementara Farles, pelajar kelas XI SMA asal Malang, meraih juara pertama kategori pelajar dengan hadiah Rp 25 juta. Total hadiah yang disediakan panitia mencapai Rp 500 juta, salah satu daya tarik acara.
Persiapan dan gaya latihan pemenang
Raquel mengatakan persiapan menghadapi lintasan berjalan sekitar tiga bulan. Kebiasaan mengikuti berbagai lomba membuatnya terbiasa dengan kompetisi jarak pendek.
“Persiapannya sekitar tiga bulan. Kami memang sering ikut lomba seperti ini, jadi sudah terbiasa. Untuk rutenya juga tidak sulit, sangat bagus,”
Farles menjelaskan persiapannya lebih intens meski usianya masih belia. Selama kurang lebih dua bulan ia fokus pada latihan interval dan tempo untuk meningkatkan kecepatan dan daya tahan.
Rute bersejarah dan suasana perlombaan
Panitia menyiapkan rute yang menghubungkan sejumlah lokasi bersejarah terkait perjalanan hidup Presiden Soekarno di Kota Blitar. Selain mengejar prestasi, peserta diajak menyusuri jejak sejarah Bung Karno.
Steering Committee Soekarno Run Blitar 2026, Ardan Abadan Malik, menyatakan antusiasme peserta melebihi ekspektasi. Ia mencatat banyak pelari datang dari berbagai daerah, bahkan ada peserta undangan dan warga yang ikut berlari tanpa nomor peserta atau BIB.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sukses. Dari pendaftaran ada 4.200 pelari dan hari ini semuanya ikut serta. Bahkan, ada beberapa orang yang tidak menggunakan BIB juga ikut meramaikan,”
Makna acara dan rencana lanjutan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, menilai ajang ini lebih dari sekadar kompetisi. Ia melihat proses panjang di balik prestasi, seperti latihan dan disiplin, sebagai nilai penting yang bisa ditularkan ke generasi muda.
“Ini menunjukkan semangat yang luar biasa. Rata-rata mereka yang menjadi juara sudah melakukan persiapan. Artinya, sesuatu itu harus dicapai melalui upaya dan persiapan yang matang,”
Panitia berencana menjajaki penyelenggaraan serupa di tingkat lokal bekerja sama dengan pemerintah daerah, dengan harapan memberi ruang lebih luas bagi generasi muda berprestasi.
Penutup
Soekarno Run Blitar 2026 menegaskan bahwa lintasan lari mampu menyatukan semangat lintas usia: ada yang berlari untuk menjaga kebugaran di usia matang, dan ada yang berlari untuk membuka jalan prestasi. Pertemuan ribuan pelari itu meninggalkan pesan sederhana namun kuat:
“Terus bergerak, berani berusaha, dan tidak berhenti mengejar tujuan.”
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Soekarno Run 2026 di Blitar: 4.200 Pelari Bawa Pesan Berdikari
Soekarno Run 2026 di Blitar diikuti 4.200 pelari. Rute melewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, menekank...
Pokmas Watu Ulo Didorong Kembangkan Pariwisata Bahari Jember
DPRD Jember mendorong Pokmas JWS kembangkan Pantai Watu Ulo berkelanjutan untuk mendorong ekonomi lokal dan...
Sertu Heri Prasetyo Gugur pada Kecelakaan Helikopter Mi-17
Sertu Heri Prasetyo gugur saat misi pemadaman karhutla di Kalimantan; jenazah dimakamkan di TMP Karangsoko,...
PDI Jatim Buka Polling, Soekarno Run Meluas ke Kabupaten Lain
DPD PDI Jatim akan membuka polling untuk menentukan lokasi Soekarno Run berikutnya setelah Blitar yang diiku...
Hasto Paparkan 5 Prinsip Megawati untuk Kader PDIP
Hasto memaparkan lima prinsip Megawati untuk kader PDIP agar tetap konsisten, berpihak pada rakyat, dan meng...
Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir Hidupkan Tradisi Using di Kemiren
Ribuan cangkir kopi gratis disajikan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Kemiren, untuk melestarikan trad...