Soekarno Run Libatkan Disabilitas Netra dalam Layanan Sport Massage
Soekarno Run Banyuwangi membuka ruang inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage untuk pelari.
BANYUWANGI — Soekarno Run Banyuwangi akan digelar pada 20 September 2026 dan menghadirkan layanan sport massage yang melibatkan penyandang disabilitas netra. Selain memperebutkan total hadiah Rp1 miliar, panitia menempatkan disabilitas sebagai tenaga pemulihan untuk peserta di area finish.
Partisipasi penyandang disabilitas
Para penyandang disabilitas netra akan bekerja bersama fisioterapis dan mahasiswa sport massage dari perguruan tinggi negeri. Mereka memberi layanan pemulihan bagi pelari yang mengalami kelelahan atau keluhan otot setelah race. Keterlibatan ini dimaksudkan sebagai bentuk partisipasi dan pemberdayaan dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.
Teman-teman disabilitas netra bersama fisioterapis lainnya akan membantu para peserta yang mengalami masalah, terutama masalah pada kaki setelah race — Indra Agus, Panitia Penyelenggara
Layanan sport massage: teknik dan batasan
Sport massage akan difokuskan pada kelompok otot yang bekerja selama lari, seperti paha, betis, dan punggung bawah. Terapis dapat menerapkan teknik usapan ringan hingga sedang, serta gerakan meremas jaringan otot untuk membantu relaksasi dan mengurangi kekakuan.
Panitia menegaskan layanan ini bukan pengganti penanganan medis. Jika ada indikasi cedera serius, peserta akan langsung dirujuk ke tim medis yang disiapkan panitia untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penanganan medis dan keselamatan
Area finish berada di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, tempat tim sport massage juga ditempatkan. Untuk menjamin keselamatan, panitia menggandeng beberapa rumah sakit dan menyiagakan titik ambulans serta unit mini hospital di lokasi.
Tingginya antusiasme peserta, ditambah hadiah besar, diperkirakan mendorong pelari menuju performa maksimal. Oleh karena itu, kesiapan medis menjadi prioritas panitia sepanjang rangkaian lomba.
Peserta, kategori, dan cakupan
Soekarno Run diproyeksikan diikuti lebih dari 3.000 peserta dari 26 provinsi, mulai Aceh hingga Papua. Lomba mempertandingkan beberapa kategori sebagai berikut:
- Half Marathon 21K untuk umum
- 10K kategori master dan umum
- 5K untuk umum dan pelajar
- 3K untuk umum dan pelajar
- 1K untuk pelajar
Setiap kategori membedakan pemenang putra dan putri.
Makna dan prospek
Dengan menggabungkan kompetisi, layanan pemulihan, dan keterlibatan kelompok disabilitas, Soekarno Run Banyuwangi berupaya menjadi lebih dari sekadar lomba lari. Event ini juga ingin menegaskan bahwa olahraga adalah ruang terbuka yang memberi kesempatan bagi semua kalangan untuk berkontribusi sesuai kemampuan.
Penyelenggara berharap langkah inklusif ini mendorong penyelenggara acara lain mengadopsi praktik serupa demi akses dan pemberdayaan yang lebih luas dalam dunia olahraga.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Peternak Ayam Petelur Banyuwangi Merugi, Sonny Desak Tindakan
Peternak ayam petelur Banyuwangi merugi akibat harga telur rendah dan pakan mahal; Sonny T. Danaparamita men...
Sumenep Wajibkan Baju Adat Keraton pada HUT ke-757
Pemkab Sumenep mewajibkan ASN dan pegawai memakai baju adat Keraton 29–31 Okt 2026, sementara pelajar dimint...
10 Atlet Sambo Bojonegoro Berangkat ke Kejurprov Jatim 2026
Sepuluh atlet Sambo Bojonegoro diberangkatkan ke Kejurprov Jatim 2026 di Gelanggang Remaja Surabaya pada 30...
Novita Bagikan 4.000 Liter Air dan Mesin Pencacah di Trenggalek
Novita Hardini menyalurkan 4.000 liter air bersih, paket sembako, dan 36 mesin pencacah limbah untuk warga d...
Gelar Sosialisasi, Guntur Dorong Fasilitasi Alat Gamelan untuk Langen Beksan
Guntur Wahono berjanji fasilitasi pengadaan gamelan lewat APBD Jatim untuk mendukung paguyuban Langen Beksan...
DPR Serahkan 37 Unit Alsintan untuk 36 Kelompok Tani di Bondowoso
Sonny T. Danaparamita menyalurkan 37 unit alsintan bagi 36 kelompok tani Bondowoso pada 28 Oktober 2026 untu...