SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Garuda Indonesia Bahas Promosi dan Konektivitas
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Besar melakukan audiensi dengan manajemen PT Garuda Indonesia Perwakilan Banda Aceh pada Senin (21/9). Pertemuan digelar untuk menjajaki sinergi promosi potensi Aceh dan pengembangan konektivitas penerbangan demi mendorong pariwisata dan ekonomi daerah.
Peserta dan tujuan pertemuan
Audiensi dipimpin Ketua SMSI Aceh Besar, Zulfikar S.Pd, dan dihadiri pengurus inti. Rombongan diterima langsung oleh General Manager Garuda Indonesia Perwakilan Banda Aceh, Jufriandi, beserta jajaran manajemen.
- Zulfikar S.Pd — Ketua SMSI Aceh Besar
- Sadhali S.Pd — Sekretaris
- Nazarullah SE — Wakil Bendahara
- Taza ST — Wakil Seksi Kerja Sama dan Pengembangan Usaha
- Jufriandi — General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh
Agenda utama audiensi meliputi pembahasan bentuk kerja sama antara perusahaan pers anggota SMSI dan Garuda Indonesia, serta rencana promosi bersama untuk memperkenalkan potensi Aceh Besar dan Provinsi Aceh ke tingkat nasional dan internasional.
Pandangan SMSI: media sebagai penggerak informasi
Zulfikar menekankan peran media siber dalam menyebarkan informasi tentang pariwisata, investasi, pendidikan, ekonomi, dan konektivitas Aceh. Dia menyatakan kesiapan SMSI Aceh Besar menjalin kolaborasi dengan dunia usaha dan maskapai penerbangan selama memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami siap membangun komunikasi dan kerja sama dengan Garuda Indonesia. Media memiliki peran untuk menyampaikan informasi yang positif dan konstruktif tentang Aceh kepada masyarakat luas,”
Masukan Garuda: Aceh punya posisi strategis
GM Garuda Indonesia Perwakilan Banda Aceh, Jufriandi, menyampaikan bahwa posisi geografis Aceh yang berada di ujung barat Indonesia menjadi modal penting. Menurutnya, kedekatan dengan negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan kawasan India membuka peluang pengembangan rute dan hub penerbangan.
“Kita harus sama-sama bahu-membahu mempromosikan Aceh. Kita tidak boleh bosan menyampaikan kepada dunia dan daerah luar bahwa Aceh ini aman,”
Jufriandi juga menyinggung peluang konektivitas menuju Arab Saudi serta pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan media untuk memaksimalkan promosi pariwisata Aceh.
Langkah selanjutnya dan pelantikan pengurus
Zulfikar menyebut audiensi ini sebagai langkah awal pembentukan komunikasi yang lebih intensif. Kedua pihak berharap merancang kerja sama konkret, seperti program promosi daerah, publikasi kegiatan, dan kegiatan bersama terkait pariwisata serta ekonomi.
Selain itu, Zulfikar menginformasikan bahwa kepengurusan SMSI Aceh Besar masa bakti 2026–2029 akan dilantik pada pertengahan Oktober 2026, setelah itu organisasi siap memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak termasuk Garuda Indonesia.
Audiensi diharapkan menjadi titik awal terbangunnya sinergi yang memperkuat publikasi dan promosi potensi Aceh ke tingkat nasional maupun internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Aktivis Minta Inspektorat Periksa Lurah soal Proyek DAU Kelurahan 2026
Aktivis minta Inspektorat periksa Lurah Rantauprapat terkait proyek DAU Kelurahan 2026 pemasangan batu padas...
Ahmad Hadian: Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Bukan Penyalahgunaan
Ahmad Hadian membantah penyalahgunaan anggaran dalam sosialisasi wawasan kebangsaan yang dilaporkan KAMMI Su...
Ibu Rumah Tangga Didakwa Jadi Kasir Judi Tembak Ikan di Medan
Nurheni Br Ginting didakwa sebagai kasir judi tembak ikan di Medan; ditangkap 25 April 2026 dengan barang bu...
Kompolnas: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Kematian Winda Lorenza
Kompolnas menyatakan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Winda Lorenza; kematian akibat tembakan di kepala...
DPMPTSP Madina: Tak Ada Izin Pengolahan Emas di Simalagi
DPMPTSP Madina menyatakan tidak ada izin pengolahan emas di Desa Simalagi setelah insiden korban jiwa; lokas...
AKDA Desak YPDA dan Rektorat UDA Segera Serahkan Transkrip dan Ijazah
AKDA mendesak YPDA dan rektorat UDA segera menyerahkan transkrip dan ijazah alumni yang ditahan karena masal...