Teknologi

UNAS Perkuat Program Beasiswa: Dorong Magang dan Kemandirian

Bagikan:

Universitas Nasional (UNAS) memperluas akses beasiswa tahun ini dan menargetkan dampak jangka panjang bagi penerima. Sebanyak 67 mahasiswa telah terseleksi untuk menerima berbagai skema beasiswa, yang tidak hanya menanggung biaya pendidikan tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan peluang kerja melalui program magang.

Skema beasiswa dan jumlah penerima

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNAS, Prof. Dr. Dra. Erna Ermawati Chotim, M.Si., mengatakan tahun ini kampus memberi beasiswa lewat skema internal dan dukungan eksternal. Beasiswa internal meliputi program beasiswa UNAS, beasiswa untuk anak petani, serta beasiswa kompetisi.

  • Beasiswa UNAS (internal)
  • Beasiswa anak petani (internal)
  • Beasiswa kompetisi (internal)
  • Program eksternal: BAZNAS, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan BIB

"Tahun ini dengan jumlah mahasiswa kita akan memberikan beasiswa cukup besar. Ada yang sudah terseleksi 67 mahasiswa mendapatkan beasiswa dengan berbagai skema,"

Fokus pada kompetensi, magang, dan pengalaman kerja

UNAS menekankan bahwa beasiswa harus memberi nilai guna lebih dari sekadar bantuan biaya. Penerima beasiswa didorong mengikuti program pengembangan diri, kompetisi, dan kegiatan yang memperkaya pengalaman profesional.

"Itu cukup membantu ke mahasiswa. Nah, kemudian kita coba kombinasikan, karena ketika mahasiswa itu mendapatkan beasiswa, kita harus bisa memastikan bahwa memang beasiswa ini memberikan nilai guna buat mahasiswa,"

Sebagai bagian dari program, UNAS memfasilitasi pemantauan progres dan peluang magang di perusahaan. Penerima juga diberi peran sebagai ambassador kampus untuk memperluas jaringan dan pengalaman lapangan.

"Jadi biasanya beasiswa ini selain kita libatkan sebagai ambassador UNAS, mereka juga akan kita monitoring untuk bisa misalnya magang di perusahaan-perusahaan,"

Dampak sosial dan kemandirian ekonomi

Universitas menilai pengalaman magang dan akses kerja menjadi indikator keberhasilan program. Prof. Erna menyatakan bahwa tujuan akhir adalah mencetak lulusan yang mandiri secara ekonomi sehingga dapat membantu keluarga mereka.

"Jadi impact-nya itu bukan cuma dari beasiswanya, tapi magangnya dan mungkin kerjanya,"

"Kalau dia kerja, membantu keluarga-keluarga yang kurang mampu ini bisa,"

Langkah ke depan

Dengan kombinasi beasiswa, pemantauan, dan koneksi magang, UNAS berupaya menjadikan bantuan pendidikan sebagai bagian dari proses pengembangan karier. Program ini diharapkan menurunkan beban ekonomi keluarga dan meningkatkan angka penyerapan kerja lulusan.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait