Lokal

SMP Muhammadiyah Subulussalam Terapkan Sistem Kelas Bidang Studi

Bagikan:
Gedung dan aktivitas belajar SMP Muhammadiyah Subulussalam di Jalan Teuku Umar

SUBULUSSALAM — Kepala SMP Muhammadiyah Subulussalam, Heri Sukanda, S.Pd, M.Si, mengatakan sekolah terus memperbaiki layanan pendidikan dengan menerapkan sistem kelas bidang studi dan beragam program pembinaan siswa. Pernyataan itu disampaikan saat Heri ditemui di gedung sekolah, Jalan Teuku Umar, Senin (5/10).

Profil singkat dan kondisi sekolah

SMP yang berdiri sejak Juni 1996 itu membina 143 siswa dalam enam Ruang Kelas Belajar (RKB). Sekolah dikelola oleh 18 guru yang semuanya berstatus honorer. Meski demikian, aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan sesuai jadwal dan dukungan organisasi Muhammadiyah dinilai kuat.

Metode pembelajaran: guru standby di RKB

Sekolah menerapkan sistem di mana guru bidang studi standby di RKB dan siswa berpindah menyesuaikan mata pelajaran. Menurut Heri, pendekatan ini efektif karena menjaga mobilitas siswa dan keteraturan ruangan.

"Guru bidang studi standby di RKB, siswa masuk RKB menyesuaikan bidang studi yang bersangkutan," ujar Heri.

Rutinitas harian dan jadwal

Kegiatan pagi dijadwalkan Senin sampai Sabtu dan diawali berbagai program penguatan. Rangkaian itu berlangsung sebelum pelajaran bidang studi dimulai.

  • Tahsin dan tahfiz
  • Literasi dan kreativitas kelas
  • Mukhadashah tiga bahasa (Indonesia, Inggris, Arab)
  • Senam aerobik dan gotong royong
  • Latihan Paskibra untuk upacara Senin

Istirahat pukul 10.45 WIB diisi makan bergizi gratis untuk semua siswa dan guru. Pembelajaran dilanjutkan pukul 11.10 WIB selama dua jam, disusul shalat zuhur berjamaah. Sesi terakhir berjalan hingga sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian ekstrakurikuler.

Ekstrakurikuler dan pelibatan guru

Program ekstrakurikuler mencakup Les Komputer, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan (HW). Heri menegaskan seluruh kegiatan melibatkan wali kelas dan guru agar pembinaan berjalan menyeluruh.

"Semua rangkaian kegiatan ini melibatkan wali kelas dan guru," kata Heri.

Disiplin dan sanksi pembinaan

SMP ini menerapkan skema siswa turun kelas bersyarat untuk pelanggaran disiplin. Ada masa pembinaan satu bulan sebelum keputusan final. Jika perbaikan signifikan terjadi, siswa dikembalikan ke kelas semula.

"Inti dari sistem ini, ada efek jera dan pembinaan siswa diupayakan semakin baik dan lebih terarah," ujar Heri.

Dari penerapan itu, tujuh siswa pernah diberi sanksi; sebagian besar tidak jadi diturunkan setelah pembinaan. Hanya satu siswa yang akhirnya keluar karena tidak ada perbaikan dan mendapat persetujuan orang tua.

Pemanfaatan lingkungan dan keberlanjutan

Sekolah mengoptimalkan lahan sekitar. Mereka menanam 100 jambu Jamaica dengan sistem polybag dan mengolah mahkota nanas menjadi tanaman baru. Untuk mengatasi bau dari pasar terdekat, sekolah menanam jeruk kasturi dan jambu Taiwan.

Keberadaan digital dan partisipasi lomba

Untuk memperluas publikasi, sekolah aktif di media sosial dengan akun: youtube: SMP_MUHAMMADIYAH_SBS, instagram: smp_muhammadiyah_sbs, tiktok: smps_muhammadiyah_sbs, dan facebook: SMP Muhammadiyah Subulussalam. Saat ini sekolah mengikuti Lomba Video Inspirasi Tingkat Nasional dan menyiapkan guru untuk Lomba Program Guru Inspiratif Astra Honda 2026.

Pengembangan kompetensi guru

Heri mendorong rotasi internal agar semua guru menguasai berbagai tugas sekolah dan terus meningkatkan kompetensi sesuai bidangnya. Heri sendiri tercatat sebagai peraih Juara I Kepala Sekolah Dedikatif se-Aceh pada Jambore GTK 2024 BGPA.

Dengan berbagai program dan metode tersebut, Heri optimistis SMP Muhammadiyah Subulussalam akan berkembang lebih maju dan berdaya saing di masa mendatang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait