Lokal

Medan Jajaki Penguatan Kerja Sama Ekonomi dengan Malaysia

Bagikan:
Wali Kota Medan menerima Duta Besar Malaysia di Balai Kota Medan untuk pembahasan kerja sama ekonomi

Medan membuka peluang perluasan kerja sama ekonomi dengan Malaysia setelah pertemuan antara Wali Kota Medan Rico Waas dan Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia Dato' Muzafar Shah Mustafa di Balai Kota Medan, Kamis (8/10). Pertemuan membahas investasi, UMKM, transportasi massal, pengelolaan sampah menjadi energi, serta sektor pariwisata dan kesehatan untuk meningkatkan perdagangan dan lapangan kerja.

Potensi ekonomi dan capaian investasi

Wali Kota Rico Waas menekankan posisi strategis Medan sebagai kota terbesar di Sumatra dengan populasi sekitar 2,5 juta jiwa. Ia memaparkan capaian ekonomi yang kuat, termasuk realisasi investasi pada 2025 sebesar Rp14,5 triliun, jauh melampaui target Rp7 triliun. Pertumbuhan ekonomi Medan pada tahun itu tercatat sekitar 5,10 persen.

“Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM,” kata Rico Waas.

Rencana transportasi dan pengelolaan sampah

Pemerintah Kota menargetkan pengembangan moda transportasi dengan memperluas jaringan BRT dari lima koridor menjadi 12 koridor pada 2027. Rencana itu juga mencakup peningkatan armada bus listrik dari 60 menjadi sekitar 283 unit, serta konektivitas yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Di bidang lingkungan, Pemko Medan tengah mengembangkan program PSEL (pengelolaan sampah jadi energi) untuk memanfaatkan potensi sampah yang mencapai lebih dari 1.700 ton per hari.

Peluang kerja sama lintas sektor

Duta Besar Dato' Muzafar menilai Medan sebagai pintu penting bagi hubungan ekonomi Malaysia dengan Sumatra Utara. Ia memaparkan data perdagangan bilateral: total perdagangan Malaysia-Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari USD26 miliar, sementara perdagangan antara Malaysia dan Medan diperkirakan sekitar USD1,5 miliar.

“Saya merasakan Medan ini satu bandar yang sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini,” ujar Dato' Muzafar.

Menurut Dato' Muzafar, angka-angka tersebut menunjukkan potensi yang bisa dikembangkan lebih jauh. Malaysia tertarik menjajaki kerja sama pada beberapa bidang, antara lain:

  • kesehatan
  • industri halal
  • pengolahan makanan
  • infrastruktur perkotaan
  • ekonomi digital
  • pariwisata dan hospitalitas

Kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat UMKM melalui mekanisme business matching dan business networking antara pelaku usaha Malaysia dan Medan.

Dampak dan langkah ke depan

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal konkret penguatan hubungan ekonomi yang membuka peluang investasi, memperluas perdagangan, dan menciptakan lapangan kerja. Pemerintah Kota Medan akan melanjutkan penjajakan teknis dan mematangkan rencana proyek untuk menarik mitra Malaysia pada sektor prioritas.

Dengan pijakan data dan rencana proyek yang jelas, kedua pihak berpotensi memperdalam kolaborasi yang membawa manfaat bagi masyarakat di kedua negara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait