Lokal

PDAM Tirtanadi 85% Rampung, Griya Kencana Segera Dapat Air

Bagikan:
Pemasangan pipa PDAM di Perumahan Griya Kencana sebagai bagian proyek pipanisasi

Wali Kota Medan Rico Waas meninjau pemasangan jaringan air bersih PDAM Tirtanadi di Perumahan Griya Kencana Lingkungan 1, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, Kamis (8/10). Pekerjaan perpipaan telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan selesai dalam satu sampai dua minggu, sehingga warga segera mendapat suplai air bersih setelah hampir 20 tahun menunggu. Pemerintah kota meminta kelurahan mendata warga yang ingin menggunakan layanan PDAM setelah jaringan berfungsi.

Progres pipanisasi dan langkah selanjutnya

Pemasangan pipa PDAM dilaporkan hampir rampung dan akan dilanjutkan pemadatan akhir serta sambungan rumah tangga. Wali kota meminta agar data calon pelanggan segera disiapkan oleh pihak kelurahan agar aktivasi layanan berjalan cepat ketika jaringan selesai.

Menurut tinjauan lapangan, pekerjaan finishing dan uji alir air menjadi prioritas dalam 1–2 minggu ke depan. Setelah itu, PDAM Tirtanadi akan memproses sambungan dan pengaliran air ke rumah-rumah yang telah terdaftar.

Respons warga

Warga menyambut baik pemasangan pipanisasi yang akan menggantikan penggunaan air sumur yang bermasalah. Hingga kini banyak rumah tangga terpaksa membeli air galon untuk konsumsi karena sumur berwarna kuning, berkarat, dan berbau.

Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian pak Wali Kota. Masalah air ini sudah kami nantikan hampir 20 tahun. Baru kali ini perumahan kami mendapatkan air bersih

Ucapan itu disampaikan Penasihat STM Eklisia, Arjuna Pandia, mewakili warga yang berharap pasokan PDAM mengurangi biaya keluarga untuk membeli air bersih.

Masalah infrastruktur lain di perumahan

Selain air bersih, Wali Kota juga meninjau kondisi jalan, drainase, dan penerangan di dalam kompleks. Ia mencatat beberapa titik mengalami kerusakan dan sistem drainase yang ada sudah tidak memadai.

Lurah Namo Gajah, Erwin Elkana Tarigan, menjelaskan Perumahan Griya Kencana dibangun sejak 2007 dan saat ini menampung sekitar 200 KK. Ia menyebut empat persoalan utama yang perlu penanganan segera:

  • Kerusakan jalan
  • Drainase yang tidak memadai
  • Penerangan jalan yang kurang
  • Akses air bersih

Implikasi dan harapan ke depan

Dengan masuknya pipanisasi, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada air galon untuk kebutuhan minum dan memasak. Perbaikan jalan, drainase, dan penerangan juga menjadi agenda lanjutan yang perlu diantisipasi bersama oleh pemerintah kota dan masyarakat setempat.

Jika jadwal pengerjaan dan pendataan pelanggan berjalan sesuai rencana, Griya Kencana akan segera memiliki akses air yang lebih aman dan layak pakai, sekaligus mendorong perbaikan kualitas hidup warga di lingkungan tersebut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait