Lokal

Ketua TMI Aceh Ajak Relawan Kawal Ketahanan Pangan

Bagikan:
Peresmian kantor DPD TMI Aceh Utara dan pembagian PTOC kepada petani

ACEH UTARA — Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Aceh, Cut Muhammad, mengajak relawan dan pengurus untuk mengawal program ketahanan pangan pemerintah. Ajakan itu disampaikan saat peresmian Kantor DPD TMI Aceh Utara di Gampong Ceubrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Kamis (8/10). Tujuannya memperkuat edukasi dan pendampingan petani agar tercapai kemandirian pangan di daerah.

Peresmian kantor dan fokus pengawalan

Peresmian kantor menjadi momentum TMI untuk menegaskan peran organisasi dalam mendampingi petani lokal. Cut Muhammad menekankan pengawalan terhadap kebijakan pemerintah yang menyentuh langsung kelangsungan usaha tani.

Pendampingan tersebut meliputi bimbingan teknik bercocok tanam, edukasi pengelolaan lahan, dan upaya perlindungan terhadap praktik yang merugikan petani, seperti mafia tanah.

"Mengawal semua program pemerintah yang menyangkut dengan ketahanan pangan yaitu membina petani, mengedukasi petani, memberi pemahaman-pemahaman kepada petani bagaimana cara melakukan pertanian yang benar,"

Dukungan kebijakan pemerintah

Cut Muhammad menyebut beberapa kebijakan pusat yang pro-petani. Salah satunya penetapan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram oleh Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan harga serap eceran terendah untuk jagung, mempermudah akses pupuk, menurunkan harga pupuk hingga 20 persen, dan meningkatkan produksi pupuk sebesar 50 persen. Kebijakan ini diharapkan menurunkan biaya usaha tani dan meningkatkan produktivitas.

Program Makan Bergizi Gratis dan peluang bagi petani

Presiden juga mendorong percepatan perputaran ekonomi pedesaan melalui pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Cut Muhammad melihat peluang strategis bagi petani lokal.

"Jadi, kita menginginkan semua petani dapat memasok hasil produksinya ke Badan Gizi Nasional demi mewujudkan pemerataan ekonomi,"

Dengan begitu, produksi komoditas yang dibutuhkan SPPG berpotensi menyerap hasil panen lokal dan meningkatkan pendapatan petani desa.

Bantuan PTOC: alternatif pupuk organik

Pada acara yang sama, DPD TMI Aceh Utara membagikan Pembenah Tanah Organik Cair (PTOC) kepada petani. Cut Muhammad menjelaskan PTOC sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

"Dalam momen ini, saya selaku Ketua DPW mengajak kepada ketua untuk membagikan PTOC. Ini adalah pembenah tanah organik,"

PTOC dinilai berbiaya terjangkau dan dapat memperbaiki struktur tanah secara organik sehingga menekan biaya produksi pertanian.

Implikasi dan langkah ke depan

TMI berencana memperkuat program pelatihan teknis dan konektivitas pasar bagi petani. Selain mengawal kebijakan, organisasi akan memfokuskan upaya pada pasokan komoditas ke program gizi nasional dan perlindungan terhadap praktik merugikan petani.

Langkah-langkah ini diharapkan mendorong kemandirian pangan regional dan memperkuat ekonomi pedesaan dalam jangka menengah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait