SMKN 1 Baktiya Barat Pulih Pascabanjir, Produksi Kembali dan Revitalisasi 92%
ACEH UTARA — SMKN 1 Baktiya Barat di Kabupaten Aceh Utara mulai pulih pascabencana banjir besar akhir 2025. Sekolah kembali memproduksi terali besi dan busana, meski beberapa peralatan praktik masih rusak.
Kerusakan alat praktik dan kondisi mesin
Kepala SMKN 1 Baktiya Barat, Ahmad Sodiqin SST, menyampaikan bahwa beberapa mesin utama rusak akibat terendam banjir. Untuk Jurusan Tata Busana, mesin jahit modern tidak dapat digunakan sehingga siswa memakai mesin jahit manual.
“Untuk Jurusan Tata Busana, mesin-mesin jahit rusak terendam banjir. Sekarang siswa hanya memanfaatkan mesin jahit manual yang ada,” ujar Ahmad Sodiqin.
Situasi serupa terjadi pada Jurusan Teknik Pengelasan. Sejumlah peralatan berat, termasuk lima unit mesin bubut, mengalami kerusakan parah sehingga praktik harus disesuaikan dengan alat yang tersisa.
“Keseluruhan alat praktik siswa rusak pasca banjir. Kami telah mengupayakan perbaikan yang bersumber dari dana BOS untuk alat-alat kecil,” jelas Ahmad Sodiqin.
Upaya perbaikan dan pemanfaatan sumber daya
Sekolah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memperbaiki alat-alat kecil. Perbaikan difokuskan pada mesin las, mesin jahit manual, dan peralatan praktik lain yang mendukung kegiatan siswa saat ini.
Meskipun alat berat masih menunggu perbaikan atau penggantian, produksi terali besi dan berbagai busana tetap berjalan. Kegiatan praktik diprioritaskan agar kompetensi siswa tidak terhenti.
Program keahlian dan data siswa
SMKN 1 Baktiya Barat memiliki lima program keahlian yang menjalankan proses pembelajaran vokasi. Program tersebut adalah:
- Tata Busana
- Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB)
- Teknik Pengelasan
- Kreasi Kayu dan Rotan
- Animasi
Dari kelima program, Teknik Pengelasan dan Tata Busana merupakan jurusan dengan jumlah siswa terbanyak. Tahun ini, sekolah meluluskan 47 siswa dan menerima 124 siswa baru, sehingga total peserta didik kini mencapai lebih dari 300 orang.
Revitalisasi fasilitas
Proses pemulihan fasilitas fisik sekolah terus berjalan. Bantuan revitalisasi bangunan tercatat telah mencapai 92 persen.
Dari total 18 ruang belajar, sebanyak 8 ruangan sedang dalam tahap pembangunan, dan 3 ruangan di antaranya sudah difungsikan kembali untuk menunjang proses belajar mengajar.
Meski menghadapi kerusakan alat praktik, SMKN 1 Baktiya Barat berupaya menjaga kelangsungan pendidikan vokasi melalui perbaikan bertahap dan adaptasi kegiatan praktik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...