79 CPNS Banyuwangi Terima SK PNS, 17 Tenaga Kesehatan Disertakan
Banyuwangi — Sebanyak 79 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Banyuwangi resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan menjadi PNS. Penyerahan SK dilakukan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani pada Rabu, 12 Juli 2026, di Ruang Rempeg Jogopati.
Penyerahan SK dan latar belakang
Upacara penyerahan SK menyusul proses seleksi CPNS formasi 2024. Dari 81 peserta yang lolos seleksi, sebanyak 79 orang memenuhi persyaratan administratif dan pelatihan dasar sehingga berhak menerima SK dari Bupati.
Komposisi PNS baru
Penerima SK terdiri atas pegawai dari berbagai bidang. Kepala BKPP Kabupaten Banyuwangi menyebutkan rincian penerima sebagai berikut:
- 3 dokter spesialis
- 7 dokter umum
- 2 tenaga fungsional kesehatan
- 7 apoteker
- 6 auditor
- 54 fungsional teknis lainnya
Pesan Bupati: Perkuat pelayanan kesehatan dan adaptasi
Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menyebut program peningkatan kompetensi, seperti PAS Puskesmas Asuhan Spesialistik, sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan di fasilitas primer.
"Dengan adanya tambahan tenaga dokter spesialis dan dokter umum serta tenaga kesehatan lainnya ini, bisa memperkuat pelayanan kesehatan pada masyarakat," kata Bupati Ipuk.
Ipuk juga mengingatkan bahwa menjadi PNS bukan sekadar jaminan masa depan pribadi, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dan menyelesaikan tantangan daerah. Ia meminta aparatur negara lebih adaptif terhadap perubahan dan memanfaatkan teknologi secara bijak.
"PNS harus lebih adaptif terhadap perubahan. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan, namun jangan sampai ketergantungan. Terus belajar, dan jangan malas meng-upgrade diri," ujar Ipuk.
Keterangan BKPP
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, memastikan jumlah penerima SK kali ini berjumlah 79 orang dan berasal dari formasi 2024. Ia menyampaikan data rincian penerima pada acara penyerahan SK.
Implikasi dan tindak lanjut
Penambahan 79 PNS, termasuk 17 tenaga kesehatan, diharapkan mampu meningkatkan capaian layanan publik, khususnya kesehatan primer di tingkat puskesmas. Ke depan, pemerintah daerah perlu memastikan integrasi tenaga baru dalam program pembinaan dan distribusi tenaga untuk menjawab kebutuhan wilayah.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...