Beras Sinar Mutiara: Kualitas dan Keberanian Memulai UMKM
Beras Sinar Mutiara mengedepankan dua prinsip utama: menjaga mutu produk secara konsisten dan berani memulai usaha dari skala kecil. Owner Dedy Kusumarendra menyampaikan hal ini saat wawancara di Pro 2 Jogja, sekaligus menjelaskan praktik pengecekan pasokan, kebijakan pengembalian barang yang tidak memenuhi standar, serta strategi layanan antar sejak pandemi untuk mempertahankan daya saing.
Kualitas produk sebagai prioritas
Dedy menegaskan bahwa mutu adalah parameter pertama yang tidak bisa ditawar. Setiap kiriman beras dari supplier harus memenuhi standar yang disepakati sejak awal. Bila ada ketidaksesuaian, barang dikembalikan ke pemasok tanpa kompromi.
Begitu barang dari supplier masuk ke gudang kami, langsung dilakukan pengecekan. Kalau tidak sesuai dengan kesepakatan, barang kami tolak
Pengecekan rutin mencakup kadar air dan kualitas fisik beras. Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan konsumen dan mengurangi risiko komplain atau retur di hilir.
Layanan antar untuk meningkatkan kenyamanan
Selain menjaga mutu, Beras Sinar Mutiara menerapkan layanan antar ke rumah pelanggan sejak pandemi Covid-19. Strategi ini membantu menjangkau konsumen yang membutuhkan kenyamanan dan memastikan kontinuitas penjualan di masa pembatasan sosial.
Menurut Dedy, layanan antar bukan sekadar mengantar barang, tetapi bagian dari upaya memberikan pengalaman belanja yang lebih baik dan memperkuat loyalitas pelanggan.
Pesan untuk calon pelaku usaha
Dedy berbagi pesan bagi generasi muda yang ingin merintis usaha. Ia menyoroti kekhawatiran umum tentang modal besar dan mendorong untuk mulai dari apa yang dimiliki sambil belajar memahami pasar.
Jangan pernah takut untuk memulai usaha. Lakukan dulu sambil terus dievaluasi satu bulan, dua bulan, tiga bulan, supaya tahu perkembangan usahanya
Evaluasi berkala membantu pengusaha melihat perkembangan operasional dan penjualan, lalu menyesuaikan strategi secara bertahap.
Langkah operasional utama
- Pengecekan kualitas setiap pasokan sebelum masuk gudang.
- Pengembalian barang ke pemasok bila tidak memenuhi standar mutu.
- Pelayanan antar langsung ke konsumen untuk memperluas jangkauan dan kenyamanan.
- Evaluasi berkala usaha untuk menilai pertumbuhan dan kebutuhan perbaikan.
Dengan fokus pada kualitas dan keberanian untuk memulai, Beras Sinar Mutiara berharap semakin banyak UMKM berinovasi dan konsisten mengevaluasi usaha. Keberhasilan, menurut Dedy, diperoleh lewat proses belajar, konsistensi, dan keberanian mencoba — bukan instan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...