Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB 2026: Temukan Penumpukan Pendaftar
Ngawi — Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SMP Negeri pada Selasa, 9 Juni 2026. Kunjungan itu dimaksudkan untuk memantau pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus meninjau pengumuman hasil seleksi jalur prestasi.
Temuan sidak: penumpukan di beberapa sekolah
Anggota dewan memantau proses pendaftaran untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan. Dari pemantauan ditemukan adanya penumpukan pendaftar di beberapa sekolah favorit, sementara sekolah lain masih longgar.
"Hasil sidak fokus pada SPMB. Beberapa sekolah jumlah peminatnya lebih banyak dari kuota. Ada juga yang masih longgar," kata Tri Suprih Wardoyo, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan dan anggota Komisi II, saat dikonfirmasi Rabu (10/6/2026).
Kesenjangan minat pendaftar
Komisi II mencatat SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Ngawi tetap menjadi tujuan utama pendaftar. Kondisi itu membuat antrean dan konsentrasi calon peserta didik menumpuk di sekolah-sekolah tersebut.
Sementara itu, beberapa sekolah lain seperti SMP Negeri 5 Ngawi dilaporkan menerima jumlah pendaftar yang relatif normal dan merata. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah negeri di wilayah tersebut.
Dorongan untuk pemerataan mutu pendidikan
Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Ngawi mendorong adanya upaya percepatan pemerataan mutu pendidikan. Dorongan meliputi peningkatan sarana-prasarana dan penguatan kualitas tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan.
Komisi II berharap perbaikan tersebut dapat mengurangi konsentrasi pendaftar pada beberapa sekolah dan meningkatkan daya tarik sekolah lain secara merata.
Jalur dan jadwal pendaftaran SPMB
Proses pendaftaran SPMB Kabupaten Ngawi berjalan sejak 2 Juni dan dijadwalkan berakhir 18 Juni 2026. Pada pelaksanaannya diterapkan empat jalur penerimaan dengan kuota sebagai berikut:
- Domisili: 40%
- Prestasi: 35%
- Afirmasi: 20%
- Mutasi: 5%
Komisi II mengimbau sekolah dan dinas terkait untuk menyiapkan mekanisme transparan dan akurat dalam proses seleksi. Langkah ini dianggap penting agar distribusi siswa baru lebih merata dan mencegah penumpukan di sekolah-sekolah tertentu ke depan.
Berita Terkait
DPRD Jember: Promosi Potensi Lewat Medsos Tak Boleh Bebani ASN
Ketua Komisi B DPRD Jember dukung promosi lewat media sosial, namun minta kebijakan persuasif tanpa menambah...
Novita Hardini Minta TVRI Perkuat Promosi Jelang Piala Dunia 2026
Novita Hardini mendesak TVRI memperkuat promosi dan akses siaran Piala Dunia 2026 agar dampak ekonomi dan so...
Sidak Tambang Galian C Sayutan, Operasional Dihentikan Sementara
Komisi D DPRD Magetan dan Dinas ESDM Jatim sidak tambang galian C Sayutan; hasilnya penghentian sementara da...
DPRD Ngawi Awasi Ketat SPMB 2026/2027, Buka Layanan Pengaduan
Komisi II DPRD Ngawi mengawasi SPMB 2026/2027 dengan verifikasi ketat, pemantauan sekolah, dan layanan penga...
Pemkab Bangkalan Genjot Penataan Pasar Tradisional
Pemkab Bangkalan mempercepat penataan pasar tradisional dan digitalisasi retribusi melalui kerja sama Bank J...
Liga Kampung Bung Karno di Bondowoso Cari Bibit Sepak Bola
Liga Kampung Bung Karno di Bondowoso dimulai 6 Juni 2026, diikuti 16 klub lokal untuk pembinaan dan pencaria...