Teknologi

Sensor Smartphone Permudah Deteksi Penyakit dan Keamanan Pangan

Bagikan:
Alat biosensor berbasis smartphone membaca perubahan warna nanopartikel untuk deteksi penyakit

Bandung, 27 Juli 2026 — Peneliti di Pusat Riset Elektronika BRIN mengembangkan sensor berbasis smartphone untuk mempercepat deteksi penyakit dan memantau kualitas pangan.

Teknologi ini memanfaatkan material sensitif yang berubah warna dan dibaca langsung oleh kamera ponsel. Sistem dirancang sebagai solusi diagnostik kualitatif yang portabel dan hemat biaya. Pengembangan menargetkan deteksi berbagai penyakit menular serta pengawasan mutu makanan.

Cara kerja sensor

Sistem bekerja dengan material nano yang mengalami perubahan sifat optikal saat berinteraksi dengan target analit. Peneliti memanfaatkan nanopartikel emas (Au) dan perak (Ag) yang berubah warna tergantung kondisi kimiawi sampel. Perubahan warna ini kemudian diukur melalui aplikasi smartphone yang mengolah gambar dari kamera dan lampu flash.

"Materialnya dikombinasikan dengan komponen biologis sebagai elemen pengenal, di antaranya enzim, antibodi, DNA, dan aptamer. Perubahan sifat fisik material akibat interaksi dengan target akan dikonversi menjadi sinyal terukur," jelas Robeth Viktoria Manurung.

Robeth menambahkan contoh teknis untuk menjelaskan mekanisme. Nanopartikel emas dapat berubah warna dari merah menjadi ungu saat terakumulasi oleh biomarker tertentu. Pergeseran warna tersebut berkorelasi dengan konsentrasi bakteri, virus, atau molekul target dalam sampel.

Aplikasi di bidang kesehatan

Tim riset mengembangkan biosensor untuk mendeteksi penyakit menular berbahaya. Target uji termasuk tuberkulosis, hepatitis, demam berdarah, dan berbagai jenis kanker. Alat ini diharapkan membantu deteksi dini dengan proses cepat dan mudah diakses masyarakat.

Keunggulan utama adalah portabilitas dan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan alat laboratorium konvensional. Dengan perangkat berbasis ponsel, pemeriksaan dapat dilakukan di fasilitas primer, sekolah, atau kawasan terpencil.

Pengawasan kualitas pangan

Selain kesehatan manusia, riset ini juga diarahkan untuk memantau keamanan dan mutu pangan. Tim menilai teknologi ini relevan untuk program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis.

Sensor optikal berbasis smartphone dapat menjadi alternatif cepat untuk mendeteksi kontaminan atau degradasi makanan. Dengan demikian, pengelola program dapat melakukan pemeriksaan lebih sering dan mengambil tindakan korektif lebih cepat.

Keunggulan dan prospek

Menurut tim, inovasi ini menunjukkan kemajuan di bidang bioelektronika dan biosensing. Teknologi menawarkan alat diagnostik yang efisien, mudah diakses, dan potensial menurunkan biaya layanan kesehatan publik.

"Pengembangan teknologi ini menunjukkan langkah maju yang signifikan dalam bidang bioelektronika. Menawarkan alat diagnostik portabel yang menjanjikan efisiensi biaya dan aksesibilitas tinggi," kata Robeth.

Ke depan, tim akan melanjutkan pengujian dan validasi klinis untuk meningkatkan akurasi dan keandalan. Skala produksi dan integrasi dengan sistem kesehatan juga menjadi fokus agar teknologi dapat diterapkan secara luas.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait