Teknologi

UNJ Kembangkan Model Pengasuhan Positif untuk Keluarga Urban

Bagikan:
Pelatihan pengasuhan positif UNJ bersama orang tua di Depok

Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan model pengasuhan positif berbasis riset untuk keluarga perkotaan. Program ini berlangsung 16 Juni—16 Juli 2026 dan dilaksanakan bekerja sama dengan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Depok. Tujuannya memperkuat kesejahteraan psikologis orang tua sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

Skema, mitra, dan peserta

Inisiatif digelar dalam skema Community Development Enhancing Quality Education for International University Impact and Recognition (EQUITY) LPDP 2026. Kegiatan melibatkan dosen Fakultas Psikologi UNJ dan peneliti dari Jepang.

Peserta adalah orang tua siswa TK ABA 21 dan TK ABA 23 Depok. Kolaborasi lintas negara ini dirancang menyesuaikan kebutuhan keluarga perkotaan di Indonesia.

Konten program dan pendekatan

Tim pengembang menyusun modul berdasarkan bukti penelitian psikologi perkembangan. Materi menekankan kesejahteraan orang tua sebagai fondasi pengasuhan yang sehat.

Dosen FPsi UNJ, Salsabila Mayang Sari, menjelaskan bahwa pengasuhan positif bukan sekadar memenuhi keinginan anak. Pendekatan fokus pada komunikasi empatik, batasan yang konsisten, dan penegakan akibat yang sesuai.

"Pengasuhan yang positif dimulai dari orang tua yang mampu menjaga kesejahteraan psikologisnya. Ketika orang tua merasa lebih sejahtera, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan dan mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal,"

— kata Nanda Putri Adhiningtyas dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2026.

Keterampilan pengelolaan emosi dan alat bantu

Peneliti Jepang, Shinnosuke Ikeda, menekankan pentingnya kemampuan orang tua mengelola emosi sebelum merespons perilaku anak. Keterampilan ini didukung bukti dari penelitian perkembangan anak.

Program juga memperkenalkan media edukasi "Kartu TENANG". Media ini dirancang membantu orang tua mengenali situasi pengasuhan dan memilih respons yang tepat dengan kata-kata positif.

  • Komunikasi empatik
  • Batasan yang konsisten
  • Konsekuensi yang sesuai
  • Pengelolaan emosi sebelum merespons

Tindak lanjut dan bahan pendukung

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian menyediakan pendampingan selama tiga minggu bagi peserta. Orang tua menerima modul dan booklet untuk panduan menerapkan pengasuhan positif secara mandiri di rumah.

Tim berharap model ini dapat menjadi acuan bagi praktik pengasuhan di lingkungan perkotaan dan mendukung pencegahan masalah emosional pada anak usia sekolah.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait