Sekda Simalungun Ajak Pelajar Menabung Sejak Dini Menuju HIM 2026
Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mengajak pelajar SD dan SMP mulai menabung sejak dini secara bertahap dan berkelanjutan. Ajakan itu disampaikan saat membuka kegiatan edukasi keuangan dan perlindungan konsumen sektor jasa keuangan di Balai Harungguan, Kantor Bupati Pematang Raya, Rabu (24/6). Kegiatan digelar dalam rangka road to Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan dan perlindungan konsumen.
Kegiatan dan pesan utama
Acara menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Sumut. Selain materi, terdapat penyerahan simbolis buku tabungan dari Bank Sumut kepada perwakilan pelajar sebagai bagian kampanye menabung.
"Hal ini dilakukan demi persiapan masa depan serta membangun harapan hidup yang lebih baik,"
Sekda menegaskan bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, melainkan kebiasaan yang melatih disiplin, perencanaan, dan tanggung jawab. Ia juga memberi apresiasi kepada pihak-pihak pendukung kegiatan serta menekankan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendorong akses layanan keuangan formal.
Risiko di era digital dan pentingnya literasi
Mixnon mengingatkan bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital membawa risiko seperti penipuan investasi ilegal, pinjaman online bermasalah, pencurian data, dan kejahatan keuangan digital. Oleh karena itu, literasi keuangan perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat bertransaksi aman dan cerdas.
Data literasi dan panduan OJK
Deputi Direktur Pengawasan OJK Sumut, Yovvi Sukandar, memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025. Ia menyebut indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,4 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.
"Hari Indonesia Menabung telah ditetapkan sejak 2019 melalui Kepres Nomor 26 Tahun 2019 untuk membangun budaya persiapan masa depan,"
Yovvi juga memberikan petunjuk sederhana ketika mendapatkan tawaran investasi atau produk keuangan:
- Periksa apakah penyedia jasa memiliki izin resmi.
- Pastikan besaran keuntungan yang ditawarkan masuk akal dan wajar.
Jika ragu atau menjadi korban penipuan, masyarakat diminta menghubungi layanan OJK di nomor 157.
Penyerahan simbolis dan harapan ke depan
Acara ditutup dengan penyerahan buku tabungan simbolis dari Bank Sumut kepada perwakilan pelajar yang diserahkan Sekda bersama unsur OJK, BEI, dan pimpinan daerah. Pemerintah daerah berharap program ini menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Tersangka Ledakan Grand Polonia Ditetapkan, Identitas Dirahasiakan
Polrestabes Medan menetapkan tersangka ledakan Grand Polonia; identitas dirahasiakan. Ledakan akibat kebocor...
Terdakwa Diduga Edarkan 18 Ekstasi di Belawan, Diadili di PN Medan
Wahyu (22) diadili di PN Medan atas dugaan peredaran 18 butir ekstasi; jaksa menjelaskan kronologi penangkap...
Polsek Kualuh Hulu Tangkap Residivis Pemilik Sabu di Labuhanbatu Utara
Polsek Kualuh Hulu menangkap residivis KAS (52) dan menyita sabu 0,35 gram serta barang bukti lain dalam pen...
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 27 kg Sabu di Labusel
Polda Sumut menggagalkan peredaran 27 kg sabu di Labuhanbatu Selatan pada 14 Agustus; dua kurir ditangkap da...
32 WNI Bermasalah Asal Sumut Dideportasi dari Malaysia
Sebanyak 32 WNI-B asal Sumut dideportasi dari Penang dan tiba di KNIA 20 Agustus; BP3MI Sumut memfasilitasi...
Lomba Pedagang Pasar Induk Lambaro Meriahkan HUT ke-81 RI
Diskopukmdag Aceh Besar menggelar lomba bagi pedagang Pasar Induk Lambaro pada 19 Agustus untuk memeriahkan...