Aceh Minta Pengolahan Blok Andaman Dilakukan di KEK Arun
Langsa — Ketua MPW HISSI Aceh, Prof. Dr. Drs. Muzakkir Samidan, mendesak Pemerintah Aceh menolak rencana pengolahan migas Blok Andaman di luar wilayah Aceh. Pernyataan disampaikan pada Selasa (23/6) dengan alasan manfaat ekonomi dan pengawasan produksi harus berada di tangan daerah.
Tuntutan pengolahan di dalam Aceh
Prof. Muzakkir menegaskan hasil eksploitasi minyak dan gas Blok Andaman seharusnya diolah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Menurutnya, lokasi pengolahan di dalam Aceh akan memastikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat dan memudahkan pengendalian teknis produksi.
"Pernyataan Gubernur Aceh H Muzakir Manaf yang menegaskan pentingnya keterlibatan Pemerintah Aceh dalam pengelolaan Blok Andaman merupakan langkah yang harus didukung semua pihak. Investor maupun lembaga terkait tidak boleh memaksakan kehendak yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat Aceh,"
Dasar hukum dan kewenangan daerah
Dia mengingatkan bahwa penguasaan sumber daya alam diatur oleh Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan bahwa kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Dalam konteks Aceh, prinsip ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), hasil kesepakatan MoU Helsinki.
Karena itu, Prof. Muzakkir menilai setiap kebijakan pengelolaan migas harus menghormati kewenangan khusus Pemerintah Aceh, dengan lembaga teknis nasional berperan sebagai koordinator sesuai ketentuan.
Seruan kepada wakil rakyat
Prof. Muzakkir juga memuji dukungan anggota DPD RI asal Aceh terhadap penguatan posisi daerah. Ia menyerukan agar seluruh anggota DPR dan DPD RI asal Aceh bersatu memperjuangkan kepentingan daerah terkait sumber daya alam.
"Seluruh wakil rakyat asal Aceh harus memiliki komitmen yang sama untuk memastikan kekayaan alam Aceh benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh."
Perubahan skema pengelolaan untuk kedaulatan ekonomi
Pengalaman masa lalu, menurut Prof. Muzakkir, menunjukkan beberapa perusahaan besar belum memberi dampak optimal bagi kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia meminta perubahan pola dan skema pengelolaan agar manfaat ekonomi lebih dirasakan masyarakat.
Ia menekankan bahwa pengelolaan sumber daya harus berpihak pada kepentingan rakyat dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan Blok Andaman diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi Aceh.
Harapan sinergi pemerintah
Di akhir pernyataannya, Prof. Muzakkir berharap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh membangun sinergi konstruktif dalam merumuskan kebijakan pengelolaan Blok Andaman. Tujuannya agar potensi migas dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Perbaikan Jalan di Pakpak Bharat Diapresiasi, Warga Minta Rambu Pengaman
Warga Pakpak Bharat apresiasi pelebaran jalan menuju Subulussalam, namun minta rambu pengaman di tepi jurang...
Wanita Tuna Wicara Bernama Menik Dilaporkan Hilang di Batubara
Menik, wanita tuna wicara berusia 63 tahun, dilaporkan hilang dari rumah di Padang Genting, Batubara sejak 1...
Putra Putri Bonapasogit 2026: Pemenang dan Harapan Bupati Taput
Putra Putri Bonapasogit 2026 di Tarutung menghasilkan enam pemenang; pemerintah berharap mereka menjadi duta...
Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI
Samosir mulai bangun irigasi perpipaan 15 km dan rehabilitasi 20 jembatan lewat sinergi Pemkab, TNI, dan Kem...
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...