PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Mandiri Taspen menyelenggarakan pelatihan vokasi untuk penyandang disabilitas pada 23 Juni 2026 di Gedung Islamic Center Brebes. Kegiatan lima hari itu bertujuan membuka akses kerja bagi 30 peserta melalui program keterampilan menjahit dan skema Operator Jahit Sepatu.
Program dan pelaksana
Program digagas oleh PNM Cabang Tegal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan inklusif. Kegiatan difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia dan didukung Mandiri Taspen. Lokasi yang dipilih di Brebes diharapkan mempermudah partisipasi komunitas difabel dari wilayah sekitar.
Materi dan durasi pelatihan
Peserta mengikuti pelatihan teknis selama lima hari dengan materi yang disesuaikan kebutuhan industri sepatu. Pelatihan menitikberatkan pada keterampilan praktik agar lulusan siap kerja. Selain keterampilan teknis, program juga memberikan pembekalan untuk memperkuat sikap kerja dan kepercayaan diri.
Kesempatan penempatan kerja
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta berkesempatan mengikuti proses penempatan kerja di perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes. Penempatan ini dirancang untuk menjembatani lulusan pelatihan menuju lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan yang sama.
Dampak dan konteks
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas masih relatif rendah di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan akses pelatihan dan kesempatan kerja. Program PNM merupakan respons terhadap tantangan tersebut dengan memperluas cakupan manfaat ke kelompok rentan.
Pernyataan peserta dan penyelenggara
Peserta menilai pelatihan membuka akses yang selama ini sulit dijangkau. Pada hari pelaksanaan, seorang peserta menyampaikan harapannya dan pengalaman mengikuti program.
Selama ini kami sering merasa kesempatan kerja itu terbatas dan tidak mudah untuk diakses. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh ilmu baru sekaligus kepercayaan diri untuk bekerja dan berkarya. (Selasa, 23 Juni 2026)
PNM Cabang Tegal menegaskan komitmen untuk menjangkau semua lapisan masyarakat. Pemimpin cabang menyatakan bahwa pemberdayaan inklusif penting untuk membuka peluang yang setara bagi penyandang disabilitas.
Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Program ini dirancang untuk membantu peserta memperoleh keterampilan sekaligus peluang yang lebih luas,
Prospek ke depan
PNM berharap program vokasi ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi peserta. Dengan kolaborasi lintas pihak, inisiatif semacam ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga peserta.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.