Wamensesneg: 1.098 Sapi Kurban Presiden Dibeli dari Peternak Lokal
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyatakan, Presiden Prabowo Subianto membeli 1.098 ekor sapi kurban dari peternak lokal untuk peringatan Iduladha 1447 Hijriah. Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026. Pembelian ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas sapi dalam negeri.
Jumlah dan asal sapi kurban
Menurut Wamensesneg, seluruh sapi kurban tersebut dibeli dari peternak di berbagai daerah. Program pembelian ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha peternakan.
Dengan pembelian massal dari kepala negara, diharapkan peternak berlomba menghadirkan sapi berkualitas. Hal ini memicu perbaikan mutu ternak di tingkat lokal.
Tujuan dan harapan pemerintah
Juri menekankan bahwa pembelian sapi kurban Presiden dimaksudkan sebagai momentum peningkatan kapasitas industri peternakan nasional. Ia berharap inisiatif ini mendorong produktivitas dan kualitas ternak.
"Sumber-sumber sapi semuanya berasal dari peternak lokal. Sehingga diharapkan, mereka (para peternak) dapat momentum ini, mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,"
Selain itu, Wamensesneg menyebut Presiden Prabowo juga menyampaikan harapan agar upaya ini mampu meningkatkan perekonomian para peternak sapi.
Dampak pada ketahanan pangan
Menurut pernyataan resmi, Presiden optimis Indonesia mampu mandiri memenuhi kebutuhan daging dalam negeri. Pembelian sapi oleh Kepala Negara dilihat sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan protein.
"Bapak Presiden juga berharap supaya ini juga momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi dalam negeri,"
Implikasi untuk peternak dan industri
Langkah pembelian 1.098 ekor sapi berpotensi meningkatkan permintaan pasar bagi peternak lokal. Kenaikan permintaan dapat mendorong investasi pada pakan, pembibitan, serta teknologi pemeliharaan.
Namun, realisasi manfaat akan bergantung pada dukungan lanjutan, seperti akses pembiayaan dan pembinaan teknis untuk peternak kecil. Tanpa itu, momentum Iduladha mungkin hanya berdampak sementara.
Pemerintah diharapkan melanjutkan program yang memperkuat rantai nilai peternakan agar target kemandirian daging nasional bisa tercapai dalam jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif, Tanpa Musuh
Prabowo tegaskan politik luar negeri bebas aktif di Harlah PKB: Indonesia nonblok, hormati semua negara, dan...
Prabowo Sindir LSM: 'Yang Gaji Lo Siapa?'
Presiden Prabowo menuding LSM pro-asing dan mempertanyakan sumber pendanaan dalam pidato Harla PKB, 23 Juli...
Pemerintah Kaji Pelarangan Vape Jika Dipakai untuk Narkoba
Pemerintah hanya mengkaji pelarangan vape yang dipakai untuk narkoba; DPR mendukung, keputusan menunggu hasi...
Pameran Foto 'Belajar Tanpa Batas' Perkuat Literasi Sekolah Rakyat
Pameran foto "Belajar Tanpa Batas" (21–25 Juli 2026, TIM) memaparkan peran Sekolah Rakyat dan fotografi untu...
Pertagas Ajak 25 Siswa Jelajahi Ikon Jakarta di Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Jakarta Discovery Day pada 23 Juli 2026, membawa 25 siswa SD keliling ikon Jakarta untuk...
Purbaya: Pemerintah Kecualikan Empat Negara dari Aturan DHE SDA
Purbaya menyebut empat negara dikecualikan dari kewajiban DHE SDA karena perjanjian bilateral dan investasi...