Usai Salat Iduladha, Mensos Ajak Utamakan Tabayun
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak masyarakat mengedepankan tabayun dan menahan diri dalam menyikapi informasi usai Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu 27 Mei 2026. Ajakan itu disampaikan untuk meredam ujaran kebencian dan kebablasan ekspresi di ruang publik.
Ajakan Tabayun dan Saring Sebelum Sharing
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul menekankan pentingnya menahan diri sebelum menghakimi atau membalas ujaran kebencian. Ia mendorong masyarakat menerapkan kebiasaan saring sebelum sharing di tengah derasnya arus informasi.
"Sabar bukan sekadar menahan amarah, tetapi kemampuan memahami sebelum menghakimi,"
Gus Ipul menyampaikan pesan ini setelah mengikuti khutbah Iduladha. Ia menyatakan bahwa sikap sabar dan pengendalian diri kini menjadi bagian penting menjaga keadaban sosial.
Refleksi dari Khutbah Iduladha
Khutbah yang disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, mengangkat tema "Meneguhkan Spirit Kurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan". Gus Ipul menyebut khutbah itu memberi bahan perenungan tentang perubahan wajah kesabaran dalam relasi kemanusiaan.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut kebijaksanaan lebih dalam menyikapi informasi. Ia menilai kemampuan memahami sebelum menghakimi perlu dibiasakan sebagai bagian dari etika bermedia sosial.
Pesan Menteri Agama soal Penghormatan Profesi
Sejalan dengan ajakan Mensos, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya menghormati setiap profesi dan sesama manusia. Ia menekankan penilaian manusia tidak hanya berdasar hubungan dengan Tuhan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan orang lain.
"Jadi setiap orang dan semua profesi itu masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Jangan memandang enteng nelayan itu tidak ada apa-apanya,"
Nasaruddin menyitir contoh dari khutbah untuk menegaskan bahwa setiap peran sosial punya nilai yang layak dihormati.
Suasana Istiqlal dan Kehadiran Pejabat
Salat Iduladha di Masjid Istiqlal dihadiri ribuan jemaah sejak pagi hari. Acara itu juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih.
Hadirnya pejabat tinggi negara menunjukkan momentum keagamaan ini menjadi ruang refleksi bersama soal nilai sosial dan kemanusiaan.
Penekanan pada tabayun dan kesabaran yang disampaikan pada peringatan Iduladha di Istiqlal menjadi pengingat bahwa pengendalian diri dan verifikasi informasi penting untuk merawat keharmonisan sosial di era digital.
Berita Terkait
Bone Jadi Percontohan Hilirisasi Ayam Terintegrasi
Kementan dan BUMN pangan siapkan hilirisasi ayam terintegrasi di Bone untuk memperkuat peternak rakyat dari...
Kemenkum Selesaikan 104 Sengketa KI Lewat Mediasi e-Pengaduan
Kemenkum menyelesaikan 104 sengketa kekayaan intelektual melalui mediasi sejak 2022; e-Pengaduan DJKI memper...
TNI Ajak Generasi Muda Perkuat Nilai Pancasila di Era Digital
TNI mengingatkan generasi muda memperkuat nilai Pancasila di era digital, mendorong literasi digital, pendid...
KemenHAM: Revisi UU HAM Libatkan Seluruh Lembaga HAM Nasional
KemenHAM membantah tudingan Komnas HAM dan menyatakan revisi UU HAM melibatkan KPAI, Komnas Perempuan, dan l...
KemenPPPA Susun Peraturan Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme
KemenPPPA menyusun Peraturan Menteri untuk melindungi anak dari jaringan terorisme sebagai bagian penguatan...
Majelis Etik Ombudsman Minta Evaluasi Pansel Nasional
Majelis Etik Ombudsman minta evaluasi total terhadap sistem Pansel nasional menyusul dugaan korupsi Ketua no...