Politik

PDI Perjuangan Pacitan Salurkan Sapi Kurban ke Desa Bangunsari

Bagikan:
Penyerahan sapi kurban oleh PDI Perjuangan di Masjid Baitul Muttaqin Desa Bangunsari

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pacitan menyalurkan seekor sapi kurban ke Masjid Baitul Muttaqin, Desa Bangunsari, Kecamatan Bandar, Rabu (27/5/2026). Kegiatan berlangsung dalam rangka Iduladha 1446 Hijriah sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan solidaritas warga.

Penyerahan hewan kurban

Penyerahan dilakukan di halaman Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Krajan, Desa Bangunsari. Hewan kurban diserahkan langsung oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pacitan, Heriyanto, kepada pengurus takmir masjid dan perwakilan masyarakat setempat.

Suasana penyerahan berlangsung hangat dan sederhana. Warga hadir antusias untuk menyaksikan proses penerimaan yang akan diikuti pemotongan dan distribusi daging kurban kepada keluarga yang membutuhkan.

Pesan PDI Perjuangan

Heriyanto menyampaikan penyaluran sapi kurban sebagai wujud kepedulian partai terhadap masyarakat, terutama pada momentum keagamaan seperti Iduladha. Ia menegaskan bahwa aksi sosial ini juga bertujuan memperkuat semangat gotong royong di tingkat desa.

"Momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya semangat berbagi dan kepedulian sosial. Semoga hewan kurban ini dapat bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat."

Dia menambahkan bahwa kehadiran partai tidak hanya di ranah politik, tetapi juga lewat kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Respons warga dan takmir masjid

Pengurus takmir Masjid Baitul Muttaqin dan warga Desa Bangunsari menyambut baik bantuan tersebut. Mereka menyatakan apresiasi atas perhatian yang diberikan, khususnya bagi keluarga prasejahtera di desa.

Warga berharap daging kurban dapat segera dibagikan sesuai kebutuhan sehingga manfaatnya dirasakan secara merata. Penyaluran juga dimaknai sebagai upaya menjaga tradisi kebersamaan di tingkat lokal.

Makna sosial dan penutup

Penyaluran sapi kurban ini menjadi bagian dari upaya merawat nilai gotong royong dan kebersamaan di Pacitan. Selain bersifat ritual keagamaan, kegiatan semacam ini memperkuat jaringan sosial dan solidaritas antarwarga.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut sebagai salah satu cara lembaga sosial dan politik menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga harmoni sosial di tingkat desa.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait