Lokal

Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan

Bagikan:
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III

Medan, 7 November 2026 — Wali Kota Medan Rico Waas menggelar gotong royong dan Sapa Warga di Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Sabtu (7/11). Kegiatan menindaklanjuti keluhan warga soal genangan air, sampah, kerusakan jalan, dan keamanan lingkungan dengan koordinasi langsung bersama perangkat daerah.

Gotong royong dan penanganan drainase

Rico bersama jajaran memulai kegiatan dengan membersihkan drainase di sekitar Gereja HKBP Pengembangan, Jalan Mamiyai. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi menurunkan alat berat untuk pengerukan saluran yang tersumbat sampah dan sedimentasi.

Rico menyebut beberapa saluran masih berukuran sempit, sekitar 40–50 sentimeter. Kondisi ini membuat kapasitas aliran tidak memadai saat hujan deras sehingga genangan cepat terjadi.

Dia menegaskan perlu pembangunan drainase baru di beberapa titik untuk solusi jangka panjang. Pemko juga merencanakan drainase tambahan di kawasan lain untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir lokal.

Infrastruktur jalan dan jembatan

Warga melaporkan kerusakan jalan menuju Kantor Lurah Tegal Sari III. Rico memastikan perbaikan jalan tersebut telah masuk rencana kerja tahun 2027.

Soal jembatan penghubung Gang Santun menuju Gang Dame, ia meminta instansi terkait memeriksa kemungkinan peninggian struktur untuk mengurangi potensi genangan.

Keamanan lingkungan dan rencana CCTV

Masalah keamanan juga menjadi sorotan. Pendeta Resort HKBP Pengembangan, RYNS Warjono Pasaribu, melaporkan beberapa barang gereja hilang akibat pencurian dan meminta penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

"Pak Lurah, tolong koordinasikan kepada warga dan juga kepada rekan-rekan Babinsa, Bhabinkamtibmas, bagaimana menciptakan siskamling yang baik. Tolong diaktifkan pos-pos kamlingnya... nanti kita akan coba membantu,"

Rico meminta pendataan pos kamling, kondisi fasilitas, dan kebutuhan pendukung supaya pemerintah bisa menyalurkan bantuan tepat sasaran. Ia juga menyampaikan rencana pengadaan 10.000 titik CCTV untuk tahun mendatang, dengan sekitar 500 titik di setiap kecamatan.

"Jangan jalan besar saja yang kita pasang CCTV, tapi bagian kecil-bagian kecil jalan ini juga harus kita pantau,"

Kebersihan dan pengelolaan sampah

Rico mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah ke parit dan gorong-gorong. Ia menyebut produksi sampah Kota Medan mencapai sekitar 1.600 ton per hari, sehingga penanganan membutuhkan kerja sama pemerintah dan masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup diminta meningkatkan upaya kebersihan kota, sementara masyarakat diharapkan menjaga saluran dari sampah agar fungsi drainase tetap optimal.

Tindak lanjut dan koordinasi perangkat daerah

Selain merespons langsung laporan warga, Rico menginstruksikan Dinas Perhubungan memasang lampu penerangan di titik yang dikeluhkan. Dinas Lingkungan Hidup diminta segera melakukan pemangkasan pohon yang rawan tumbang atau berongga.

Melalui kegiatan ini, Pemko Medan mendorong koordinasi lintas perangkat daerah dan partisipasi warga agar setiap aspirasi dapat ditangani sesuai kewenangan dan kebutuhan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait