SAK EMKM Buka Akses Permodalan bagi UMKM Kendari
Pemerintah Kota Kendari menetapkan penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) sebagai solusi untuk mengatasi kendala permodalan pelaku UMKM. Kebijakan ini bertujuan membuka akses modal dengan mendorong pembukuan rapi dan transparan agar kepercayaan lembaga keuangan serta investor meningkat.
Penerapan SAK EMKM di Kendari
Dinas Perindag, Koperasi dan UKM Kota Kendari mendorong pelaku usaha mengubah pola pikir terhadap administrasi. Kepala Dinas Sarifuddin menilai laporan keuangan yang tertata membuat profil usaha terlihat profesional dan dapat dipercaya pihak eksternal.
Dengan pendekatan praktis dan standar, UMKM diharapkan dapat menyusun pembukuan yang memenuhi kaidah sederhana namun informatif. Hal ini penting agar pengusaha kecil tidak lagi menilai administrasi sebagai beban semata.
Dampak terhadap Akses Permodalan
Pembukuan yang baik meningkatkan kemampuan pelaku usaha menunjukkan kondisi keuangan secara jelas. Sehingga, lembaga keuangan dan investor lebih mudah menilai risiko dan potensi usaha.
"SAK EMKM bukan beban, melainkan instrumen tingkatkan kredibilitas. Pembukuan rapi otomatis tingkatkan kepercayaan, sehingga modal lebih mudah didapat," ujar Sarifuddin.
Perubahan ini diharapkan memecah hambatan utama bagi UMKM saat mengajukan pinjaman atau mencari investor. Selain akses modal, pembukuan standar membantu UMKM merencanakan pertumbuhan dan ekspansi usaha.
Manfaat Praktis untuk Pelaku Usaha
Secara ringkas, penerapan SAK EMKM memberi beberapa keuntungan praktis bagi UMKM di Kendari:
- Peningkatan kredibilitas usaha di mata pemberi modal;
- Transparansi keuangan yang memudahkan evaluasi kinerja;
- Dasar perencanaan untuk naik kelas dan ekspansi pasar;
- Kontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kokoh.
Langkah Selanjutnya
Penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan pembukuan dan pendampingan teknis menjadi langkah penting agar SAK EMKM berjalan efektif. Pemerintah daerah perlu memastikan akses informasi dan bantuan penerapan standar ini merata ke seluruh pelaku usaha.
Jika dijalankan konsisten, SAK EMKM berpotensi menjadi jembatan utama bagi UMKM Kendari untuk memperoleh modal dan bersaing lebih sehat di pasar.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Sprei Harumi Sesuaikan Produk dengan Karakter Konsumen
Sprei Harumi merancang produk berdasarkan karakter dan perilaku konsumen, menawarkan varian katun dan Tencel...
Harga Minyak Goreng Naik, UMKM Kuliner Natuna Tertekan
Kenaikan harga minyak goreng di Natuna menekan UMKM kuliner; biaya produksi naik dan pelaku enggan menaikkan...
Berkah Ibu: Sambal Rumahan Tanpa Pengawet dan Non-MSG
UMKM Berkah Ibu di Malang menghadirkan sambal rumahan tanpa pengawet dan MSG, dibuat manual dan dijual lewat...
Dukungan Keluarga Perkuat Usaha Rajut Safied di Malang
Keluarga menjadi tulang punggung Rajut Safied di Cemoro Kandang; terlibat produksi dan pengembangan produk s...
Pemasaran Digital Dongkrak Jangkauan Brownis Mocaf Malang
UMKM Brownis Mocaf di Karangploso perluas pasar lewat media sosial, reseller, dan maklon agar produk olahan...
Berkah Ibu Pertahankan Sambal Ulek Manual demi Cita Rasa Asli
UMKM Berkah Ibu tetap ulek sambal manual tanpa pengawet dan non-MSG, produksi berdasarkan pesanan untuk menj...