Ekonomi

Rupiah Menguat Jadi Rp18.054 Jelang Akhir Pekan

Bagikan:
Grafik pergerakan rupiah terhadap dolar AS menunjukkan penguatan pada pembukaan perdagangan

Rupiah menguat signifikan terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp18.054 per dolar AS, naik 0,31 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp18.111.

Pembukaan pasar dan pergerakan awal

Penguatan terjadi setelah dolar AS melemah menyusul rilis data ekonomi Amerika Serikat. Pada hari sebelumnya rupiah tercatat melemah 0,21 persen dan ditutup di posisi Rp18.111 per dolar AS.

Indeks dolar AS tercatat turun ke level 99,86, memberi ruang bagi mata uang pasar berkembang termasuk rupiah untuk menguat pada sesi pembukaan.

Faktor yang memengaruhi

Pelemahan dolar dipicu oleh data PDB AS kuartal II 2026 yang lebih lemah dari perkiraan, tercatat tumbuh 1,5 persen dibanding kuartal sebelumnya. Sementara itu, Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Juni 2026 berada di angka 3,3 persen secara tahunan, sedikit turun dari angka bulan sebelumnya.

Namun, analis memperingatkan bahwa ruang penguatan rupiah terbatas karena faktor eksternal lain. Kenaikan harga minyak mentah global seiring eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi menekan laju penguatan.

"Rupiah hari ini berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah," ucap Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong.

"Rupiah diprakirakan akan bergerak di kisaran Rp18.000-Rp18.050 per dolar AS," tambah Lukman.

Kinerja bulanan dan sentimen pasar

Sepanjang Juli, rupiah justru melemah sekitar 1,2 persen. Menurut analis lain, hal ini menandakan premi risiko domestik masih mendominasi sentimen pasar meskipun dolar global melemah.

"Sehingga rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua di kawasan setelah Baht Thailand," ujar Jessica Tasijawa, Analis Pasar Uang di Miras Asset Sekuritas.

"Pasar mencerna sikap 'hawkish' the Fed dan prospek suku bunga higher-for-longer di tengah ketidakpastian geopolitik yang berlanjut," tambah Jessica.

Prospek ke depan

Di tengah data ekonomi AS yang mixed dan risiko geopolitik, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang relatif terbatas. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak, data ekonomi terbaru, dan sikap kebijakan bank sentral global.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait